Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hujan Belum Setia Menemani, El Nino di Jatim Masih Menggila
ilustrasi lahan mengering saat musim kemarau (pexels.com/kevin yung)
  • BMKG Juanda memperingatkan Jawa Timur tetap menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan karena El Niño sangat kuat di tengah musim kemarau pertengahan Oktober 2026.

  • Indeks ENSO Nino 3.4 mencapai +2,83, menandakan El Niño sangat kuat yang mengurangi pembentukan awan hujan; hujan ringan diprakirakan 12–16 Oktober.

  • Masyarakat diminta menghindari pembakaran saat angin kencang, menjaga cairan tubuh, memakai pelindung kulit, menghemat air bersih, dan memantau pembaruan cuaca BMKG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
12 Oktober 2026

BMKG Juanda merilis prospek cuaca mingguan untuk Jawa Timur.

12–16 Oktober

Sebagian wilayah Jawa Timur diprakirakan mengalami hujan ringan.

pertengahan Oktober 2026

El Niño terpantau sangat kuat di Jawa Timur, meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

17–18 Oktober

Cuaca di Jawa Timur diprakirakan berupa udara kabur.

sepekan ke depan

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta menghindari aktivitas pembakaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur tetap tinggi meski sebagian wilayah diprakirakan mengalami hujan ringan.
  • Who?
    BMKG Juanda dan prakirawan Rendy Irawadi mengimbau masyarakat Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan serta menghindari aktivitas pembakaran.
  • Where?
    Wilayah Jawa Timur, terutama kawasan bervegetasi kering dan lahan yang rentan terbakar.
  • When?
    Peringatan disampaikan pada pertengahan Oktober 2026. Kewaspadaan karhutla diminta ditingkatkan dalam sepekan ke depan; hujan ringan diprakirakan 12–16 Oktober dan udara kabur 17–18 Oktober.
  • Why?
    El Niño sangat kuat dengan indeks ENSO Nino 3.4 mencapai +2,83, berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan saat Jawa Timur masih berada pada musim kemarau.
  • How?
    Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau bahan lain, terutama saat angin kencang, menjaga cairan tubuh, memakai pelindung kulit, menghemat air bersih, dan memantau pembaruan cuaca BMKG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jawa Timur masih sangat kering karena El Nino kuat, walau kadang ada hujan kecil. BMKG bilang orang harus hati-hati karena hutan dan tanah bisa terbakar dalam seminggu ini. Jangan membakar sampah saat angin kencang. Orang juga diminta minum cukup, pakai pelindung kulit, dan hemat air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kemarau dan El Niño kuat, peringatan BMKG memberi masyarakat pijakan jelas untuk menjaga keselamatan sehari-hari. Informasi mengenai waktu prakiraan, risiko vegetasi kering, serta langkah sederhana seperti menghindari pembakaran, menjaga cairan, melindungi kulit, dan menghemat air membantu aktivitas disesuaikan secara lebih cermat dengan kondisi cuaca terkini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Jangan terkecoh prakiraan hujan ringan. Jawa Timur (Jatim) masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi El Niño yang terpantau sangat kuat pada pertengahan Oktober 2026.

BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dalam sepekan ke depan, terutama karena wilayah Jatim masih berada dalam periode musim kemarau.

Prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi mengatakan, kondisi El Niño saat ini berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan di Indonesia, termasuk Jatim.

“Intensitas El Niño masih sangat kuat di pertengahan bulan Oktober ini yang masih musim kemarau. Mari tingkatkan kewaspadaan potensi karhutla dalam sepekan ke depan,” ujarnya kepada IDN Times.

BMKG mencatat indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 mencapai +2,83. Angka tersebut mengindikasikan kondisi El Niño sangat kuat yang dapat memengaruhi pola cuaca dan mengurangi peluang pembentukan awan hujan.

Berdasarkan prospek cuaca mingguan BMKG Juanda yang dirilis pada Senin (12/10/2026), sebagian wilayah Jatim diprakirakan mengalami hujan ringan pada 12–16 Oktober. Sementara itu, pada 17–18 Oktober, kondisi cuaca diprakirakan berupa udara kabur.

Meski terdapat potensi hujan ringan, masyarakat tetap diminta tidak lengah terhadap risiko kebakaran, terutama di wilayah dengan vegetasi kering dan lahan yang rentan terbakar.

Rendy mengimbau masyarakat menghindari aktivitas pembakaran, khususnya ketika angin bertiup kencang. Pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang memicu api berpotensi meningkatkan risiko kebakaran ketika kondisi lingkungan kering.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar menghindari aktivitas pembakaran, terutama saat angin berembus kencang,” imbaunya.

Selain ancaman karhutla, BMKG mengingatkan masyarakat menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan pelindung kulit saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghemat penggunaan air bersih. Masyarakat juga diminta memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca terkini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article