Surabaya, IDN Times - Jangan terkecoh prakiraan hujan ringan. Jawa Timur (Jatim) masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi El Niño yang terpantau sangat kuat pada pertengahan Oktober 2026.
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dalam sepekan ke depan, terutama karena wilayah Jatim masih berada dalam periode musim kemarau.
Prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi mengatakan, kondisi El Niño saat ini berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan di Indonesia, termasuk Jatim.
“Intensitas El Niño masih sangat kuat di pertengahan bulan Oktober ini yang masih musim kemarau. Mari tingkatkan kewaspadaan potensi karhutla dalam sepekan ke depan,” ujarnya kepada IDN Times.
BMKG mencatat indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 mencapai +2,83. Angka tersebut mengindikasikan kondisi El Niño sangat kuat yang dapat memengaruhi pola cuaca dan mengurangi peluang pembentukan awan hujan.
Berdasarkan prospek cuaca mingguan BMKG Juanda yang dirilis pada Senin (12/10/2026), sebagian wilayah Jatim diprakirakan mengalami hujan ringan pada 12–16 Oktober. Sementara itu, pada 17–18 Oktober, kondisi cuaca diprakirakan berupa udara kabur.
Meski terdapat potensi hujan ringan, masyarakat tetap diminta tidak lengah terhadap risiko kebakaran, terutama di wilayah dengan vegetasi kering dan lahan yang rentan terbakar.
Rendy mengimbau masyarakat menghindari aktivitas pembakaran, khususnya ketika angin bertiup kencang. Pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang memicu api berpotensi meningkatkan risiko kebakaran ketika kondisi lingkungan kering.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar menghindari aktivitas pembakaran, terutama saat angin berembus kencang,” imbaunya.
Selain ancaman karhutla, BMKG mengingatkan masyarakat menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan pelindung kulit saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghemat penggunaan air bersih. Masyarakat juga diminta memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca terkini.
