Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Beras Masih Mahal, Warga Kab. Malang Serbu Operasi Pasar

Harga Beras Masih Mahal, Warga Kab. Malang Serbu Operasi Pasar
Warga yang membeli beras SPHP Bulog di Operasi Pasar Murah Pasar Kepanjen. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Share Article

Malang, IDN Times - Harga beras yang masih belum normal, membuat warga Kabupaten Malang berebut beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog yang dijual seharga Rp51 ribu per 5 kilogram di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang. Terlihat warga yang didominasi ibu-ibu sudah memadati halaman parkir pasar untuk mendapatkan beras yang dijual oleh Satgas Pangan Kabupaten Malang ini.

Warga mengatakan mereka sudah mengantre sejak pukul 08.00 WIB. Padahal, Operasi Pasar Murah ini baru dibuka pukul 10.00 WIB. Mereka mengaku takut kehabisan jika datang lebih siang.

1. Warga langsung memborong 10 kilogram beras SPHP Bulog

Antrian warga yang membeli beras SPHP Bulog di Operasi Pasar Murah Pasar Kepanjen. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Antrian warga yang membeli beras SPHP Bulog di Operasi Pasar Murah Pasar Kepanjen. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Salah satu warga bernama Yuyun (56), asal Kelurahan Kepanjen mengatakan jika ia dan warga langsung memborong 10 kilogram beras atau 2 kantong beras. Ia mengatakan jika setiap orang memang dibatasi hanya boleh membeli beras sebanyak 2 kantong saja.

"Beli beras 10 kilogram, harganya Rp102 ribu. Kalau di toko-toko lain per kilogram bisa Rp16,5 ribu sampai Rp17 ribu sekarang, mahal sekali," terangnya saat ditemui saat Operasi Pasar Murah di Pasar Kepanjen pada Senin (4/3/2024).

Yuyun mengatakan beras sebanyak 10 kilogram ini tidak akan ia jual lagi, tapi untuk dimakan sekeluarga. Beras tersebut juga sebagai stok untuk mengantisipasi seandainya harga beras kembali naik jelang bulan Ramadhan.

2. Ketua Satgas Pangan mengatakan harga beras turun, tapi harga cabe rawit meroket

Warga yang membeli beras SPHP Bulog di Operasi Pasar Murah Pasar Kepanjen. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Warga yang membeli beras SPHP Bulog di Operasi Pasar Murah Pasar Kepanjen. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Ketua Satgas Pangan Kabupaten Malang, AKP Gandha Syah Hidayat mengatakan jika ia sudah melakukan pengecekan harga-harga bahan pokok di Pasar Kepanjen. Ia mengatakan jika harga beras sudah mengalami penurunan sebanyak Rp500 - Rp1.000. Kini harga beras per kilogram mencapai Rp14,5 ribu sampai Rp15 ribu di Pasar Kepanjen.

Namun, harga cabe rawit di Pasar Kepanjen mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu Rp5 ribu. Kini harga cabe di Kabupaten Malang memang mencapai Rp51 ribu per kilogram.

"Tapi teman-teman dari Disperindag Kabupaten Malang mengatakan akan mempercepat distribusi cabe rawit. Sehingga produk cabe rawit bisa membanjiri pasaran sehingga harganya bisa turun," bebernya.

Gandha menghimbau agar warga masyarakat tidak perlu panik terkait stok bahan pokok di Kabupaten Malang. Karena ketersediaan bahan pokok akan aman hingga 33 hari kedepan.

3. Begini cara Satgas Pangan Kabupaten Malang menormalkan harga bahan pokok

Antusiasme warga yang membeli beras SPHP Bulog di Operasi Pasar Murah Pasar Kepanjen. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Antusiasme warga yang membeli beras SPHP Bulog di Operasi Pasar Murah Pasar Kepanjen. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Lebih lanjut, Gandha mengatakan jika kenaikan harga cabai rawit disebabkan keterlambatan distribusi. Selain itu, ada beberapa wilayah penghasil cabai rawit yang mengalami gagal panen. Tapi Disperindag Kabupaten Malang akan segera memasok cabai rawit kembali untuk menormalkan harga di Kabupaten Malang.

Sementara untuk harga beras, menurutnya saat ini tren harganya mengalami penurunan. Jadi ia optimis harga beras akan kembali normal seiring digalakkannya Operasi Pasar Murah.

"Jika dibandingkan Minggu lalu, itu harga beras mencapai Rp17 ribu sampai Rp17,5 ribu. Ini sudah berangsur turun, ditambah operasi pasar sangat membantu dan dinantikan masyarakat," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rizal Adhi Pratama
EditorRizal Adhi Pratama

Latest News Jawa Timur

See More

Dibanjiri 32.254 Pendaftar, 2.468 Peserta Lolos SNBT ITS

25 Mei 2026, 18:37 WIBNews