Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hamdan Zoelva: Indonesia Belum Merdeka Secara Ekonomi
Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva (kiri) dalam Kongres Nasional Syarikat Islam ke-42 di Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Hamdan Zoelva menyatakan Indonesia baru merdeka secara politik, sementara ketergantungan impor pangan dan lemahnya ekonomi rakyat menunjukkan kemandirian ekonomi masih perlu diperkuat.

  • Dalam Kongres Nasional ke-42 di Surabaya, Syarikat Islam mengusung penguatan koperasi, ekonomi syariah, pengelolaan ZISWAF profesional, serta ekonomi ekologis.

  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut agenda tersebut selaras dengan pemerintah: mendorong swasembada pangan, kesejahteraan produsen, pembiayaan terjangkau, infrastruktur, dan akses pasar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
selama sekitar 10 tahun

Hamdan Zoelva memimpikan kebangkitan kembali Syarikat Islam.

kini

Hamdan menyatakan benih kebangkitan Syarikat Islam mulai tumbuh dan penataan kelembagaan yang sempat stagnan mulai berjalan kembali.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Hamdan Zoelva menyatakan Indonesia belum merdeka secara ekonomi dan Syarikat Islam menyiapkan empat gerakan ekonomi: koperasi, ekonomi syariah, pengelolaan ZISWAF profesional, serta ekonomi ekologis.
  • Who?
    Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva menyampaikan agenda tersebut. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto dan membuka kongres.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam Kongres Nasional Syarikat Islam ke-42 di Surabaya, Jawa Timur.
  • When?
    Pernyataan disampaikan saat Kongres Nasional Syarikat Islam ke-42 berlangsung; tanggal pelaksanaannya per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Hamdan menilai ketergantungan pada impor, termasuk pangan, serta belum kuatnya ekonomi rakyat menunjukkan kemandirian ekonomi nasional masih perlu diperkuat.
  • How?
    Syarikat Islam akan mendorong koperasi, ekonomi syariah, ZISWAF profesional, dan ekonomi ekologis. Pemerintah juga menargetkan swasembada pangan, dukungan pembiayaan, infrastruktur, serta akses pasar bagi produsen pangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hamdan Zoelva bilang Indonesia sudah bebas secara politik, tapi belum kuat soal ekonomi. Indonesia masih membeli makanan dari negara lain. Di Surabaya, Syarikat Islam ingin membantu rakyat lewat koperasi, ekonomi syariah, dana bantuan, dan menjaga alam. Zulkifli Hasan juga ingin petani, nelayan, dan peternak makin sejahtera.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kongres Syarikat Islam di Surabaya memperlihatkan ruang temu antara gerakan masyarakat dan agenda pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat. Fokus pada koperasi, pembiayaan usaha kecil, pengelolaan ZISWAF profesional, serta dukungan bagi petani, nelayan, dan peternak menghadirkan arah kerja yang berorientasi pada manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva menegaskan Indonesia belum sepenuhnya mencapai kemerdekaan sejati karena kemandirian ekonomi masih menjadi pekerjaan besar bangsa. Ketergantungan terhadap impor pangan dan belum kuatnya posisi ekonomi rakyat menjadi tantangan yang harus dijawab melalui gerakan ekonomi kerakyatan.

Pesan tersebut disampaikan Hamdan dalam Kongres Nasional Syarikat Islam ke-42 di Surabaya. Momentum ini, menurut dia, menjadi kesempatan untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan organisasi yang memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah pergerakan nasional.

Hamdan mengatakan, kemerdekaan politik yang diraih Indonesia belum sepenuhnya diikuti kemerdekaan ekonomi. Padahal, kemandirian ekonomi merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana konsep Trisakti yang digagas Presiden pertama, Sukarno.

“Karena kita baru merdeka secara politik dari penjajahan Belanda, tetapi kita belum memiliki kemerdekaan ekonomi. Masih jauh,” ujarnya.

Ia menilai ketergantungan terhadap produk impor, termasuk pangan, menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi nasional masih perlu diperkuat. Kongres Nasional Syarikat Islam ke-42 ini pun tidak sekadar menjadi agenda konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Hamdan menegaskan, kemerdekaan sejati harus diwujudkan melalui tiga pilar Trisakti, yakni berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. “Dari Surabaya ini kita ingin membangkitkan kembali semangat untuk sampai kepada kemandirian, kedaulatan ekonomi, dan menuju kemerdekaan sejati,” katanya.

Untuk mewujudkan agenda tersebut, Hamdan menyebut empat gerakan ekonomi yang akan menjadi perhatian Syarikat Islam. Pertama, menggerakkan koperasi sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat. Kedua, mendorong pengembangan ekonomi syariah.

Kemudia ketiga, mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh umat dan masyarakat. Menurut dia, pengelolaan ZISWAF tidak cukup hanya dipahami sebagai aktivitas ibadah, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Keempat, mengembangkan ekonomi ekologis, yakni aktivitas ekonomi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. “Kita membangun ekonomi tanpa merusak lingkungan. Sekarang ini lingkungan rusak di mana-mana. Ini juga menjadi gerakan kita,” tegasnya.

Hamdan juga menyampaikan bahwa dirinya telah memimpikan kebangkitan kembali Syarikat Islam selama sekitar 10 tahun. Ia mengklaim benih-benih kebangkitan organisasi mulai tumbuh dan penataan kelembagaan yang sebelumnya mengalami stagnasi kini mulai berjalan kembali.

Ia berharap Syarikat Islam dapat hadir dengan gerakan yang lebih masif, terutama dalam memperkuat ekonomi rakyat dan membangun kemandirian bangsa.

Di sisi lain, Hamdan menegaskan Syarikat Islam akan tetap menjadi organisasi sosial keagamaan yang independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun.

Menurut dia, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi penghalang bagi para kader untuk bekerja bersama demi kepentingan bangsa.

Ia membuka ruang bagi tokoh-tokoh dari berbagai partai politik untuk berkhidmat di dalam organisasi. “Kita berkhidmat di sini bersama-sama. Hilangkan perbedaan politik, tetapi kita membangun bangsa,” katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang hadir mewakili Presiden Prabowo Subianto untuk membuka kongres, menyoroti persoalan ketergantungan impor pangan dan pentingnya keberpihakan terhadap petani, nelayan, serta peternak nasional.

Zulkifli mengatakan, agenda kemandirian ekonomi yang disampaikan Hamdan sejalan dengan upaya pemerintah mendorong swasembada pangan dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia menegaskan bahwa swasembada bukan semata persoalan produksi, melainkan juga menyangkut kehormatan bangsa dan kesejahteraan produsen pangan dalam negeri.

Ia mencontohkan kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat produksi beras dan jagung nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperbaiki kondisi ekonomi nelayan.

Menurut Zulkifli, penguatan ekonomi rakyat juga membutuhkan dukungan pembiayaan yang lebih terjangkau, infrastruktur pendukung, dan akses pasar yang memadai. Untuk nelayan, misalnya, ia menyebut perlunya fasilitas seperti balai lelang, pabrik es, penyimpanan berpendingin, serta dukungan sarana operasional.

Zulkifli juga menyinggung penguatan koperasi dan akses pembiayaan usaha kecil sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat ekonomi kepada masyarakat. Ia menilai cita-cita ekonomi kerakyatan harus diwujudkan dalam kebijakan konkret, bukan berhenti sebagai slogan. Prinsip tersebut, menurut dia, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 mengenai pengelolaan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article