Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
H-1 Idul Adha, Jatim Temukan Kasus Scabies Tapi Zero Case PMK
Kepala Dinas Peternakan Jatim, Indyah Aryani saat di showcase Masjid Al Akbar Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Pemprov Jatim memastikan stok dan kesehatan hewan kurban aman jelang Idul Adha, meski ditemukan kasus scabies ringan di Surabaya yang masih bisa dikendalikan dengan menjaga kebersihan kandang.
  • Dinas Peternakan Jatim menurunkan 950 dokter hewan, paramedik, dan mahasiswa untuk memeriksa ternak di lapak penjualan hingga RPH agar daging kurban terjamin ASUH: Aman, Sehat, Utuh, Halal.
  • Selama hampir dua pekan terakhir, Jawa Timur mencatat zero case penyakit mulut dan kuku (PMK), dengan seluruh ternak wajib memiliki SKKH serta minimal satu kali vaksinasi PMK.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memastikan kondisi kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman meski sempat ditemukan kasus scabies pada ternak di Surabaya. Pemprov juga mengerahkan ratusan dokter hewan hingga mahasiswa kedokteran hewan untuk mengawasi kesehatan ternak di lapak penjualan maupun rumah pemotongan hewan (RPH).

Kepala Dinas Peternakan Jatim, Indyah Aryani mengatakan persiapan Idul Adha sebenarnya sudah dilakukan sejak satu bulan terakhir. Mulai dari penyiapan personel, pengawasan lalu lintas ternak hingga pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

“Alhamdulillah H-1 ini insyaallah semuanya sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama. Jawa Timur secara stok aman karena ketersediaan sapi, kambing dan domba cukup banyak bahkan surplus,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Ia menyebut Jawa Timur juga menjadi daerah penyangga utama kebutuhan hewan kurban untuk sejumlah wilayah lain seperti Kalimantan hingga Jabodetabek. Untuk memastikan kesehatan ternak, Dinas Peternakan Jatim menerjunkan 950 dokter hewan dan paramedik veteriner yang dibantu mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unair, Universitas Brawijaya hingga Universitas Wijaya Kusuma.

Petugas tersebut disebar ke lapak penjualan hewan kurban, rumah pemotongan hewan hingga lokasi penyembelihan di masjid-masjid untuk melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem. “Jadi sapi sebelum disembelih kita periksa, setelah disembelih juga kita periksa. Harapannya daging yang dibagikan benar-benar ASUH, Aman, Sehat, Utuh dan Halal,” katanya.

Selain kesehatan fisik ternak, pihaknya juga memberi perhatian terhadap kondisi psikologis hewan kurban. Menurut Indi, cuaca panas dan kondisi lapak yang ramai bisa membuat ternak stres hingga sakit.

Karena itu petugas juga memberikan pendampingan kepada pedagang agar memastikan kebutuhan makan, minum dan sirkulasi udara ternak tetap terjaga. “Kalau ternak stres biasanya enggak mau makan, kemudian sakit dan ambruk. Ini yang kita antisipasi,” jelasnya.

Terkait temuan scabies di Surabaya, Indi memastikan penyakit tersebut bukan kategori penyakit berbahaya dan masih bisa dikendalikan dengan menjaga kebersihan kandang serta ternak. “Scabies ini penyakit parasit, biasanya karena kurang bersih. Diputus rantainya dengan kebersihan kandang dan ternaknya harus rutin dimandikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan scabies dapat menyebabkan rasa gatal pada ternak maupun manusia yang berinteraksi langsung dengan hewan terinfeksi. Namun kasus tersebut disebut tidak mengganggu kelayakan hewan kurban secara umum selama ditangani dengan baik.

Sementara itu, untuk penyakit mulut dan kuku (PMK), Pemprov Jatim mengklaim situasi masih terkendali. Berdasarkan pemantauan harian, Jawa Timur bahkan mencatat hampir dua pekan tanpa lonjakan kasus signifikan.

“Sekitar 10 sampai 15 hari ini kita zero case. Kalau ada satu dua kasus spotting di daerah seperti Malang atau Ponorogo itu masih wajar karena PMK ini virus,” katanya.

Indi menegaskan seluruh ternak yang dilalulintaskan wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), telah melalui pemeriksaan dokter hewan dan minimal mendapat satu kali vaksinasi PMK.

Editorial Team

Related Article