Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gunung Bromo Erupsi, Statusnya Naik Level II

Kab. Malang
2 min read
Gunung Bromo Erupsi, Statusnya Naik Level II
Peningkatan aktivitas Gunung Bromo. (IDN Times/Istimewa)
  • Gunung Bromo erupsi pada Kamis pukul 17.11 WIB, memuntahkan abu vulkanik hingga 500 meter ke arah barat; seismograf merekam amplitudo maksimum 23 mm selama 46 detik.

  • PVMBG menaikkan status Gunung Bromo dari Level I menjadi Level II atau Waspada akibat peningkatan aktivitas vulkanik, yang disebut sebagai kenaikan pertama sejak 2019.

  • Masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata diminta tidak memasuki radius satu kilometer dari puncak Bromo karena berpotensi terjadi letusan freatik mendadak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malang, IDN Times - Gunung Bromo mengalami peningkatan aktivitas sejak Kamis (5/11/2026) sore. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung meningkatkan status Gunung Bromo usai terjadi erupsi pada Kamis sore.

  1. 1. Gunung Bromo sempat muntahkan awan panas sejauh 500 meter

    Pemandangan Gunung Bromo dari kejauhan terkait peningkatan aktivitas vulkanik yang dilaporkan di kawasan tersebut.
    Peningkatan aktivitas Gunung Bromo. (IDN Times/Istimewa)

    Petugas PVMBG Pos Pengamatan Gunung Bromo, Budi Marwanto mencatat peningkatan aktivitas Gunung Bromo berupa erupsi pada Kamis pukul 17.11 WIB. Gunung Bromo mengeluarkan semburan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 500 meter.

    "Dari pantauan kami, aktiviras erupsi terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 46 detik. Smeentara untuk kolom abu yang dikeluarkan berberwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dengan mengarah ke arah barat," terangnya.

  2. 2. Status Gunung Bromo langsung naik ke level waspada

    Ilustrasi berdiri di tepi bibir Kawah Bromo yang magis dan masif (pexels.com/Joshua Kale)
    Ilustrasi berdiri di tepi bibir Kawah Bromo yang magis dan masif (pexels.com/Joshua Kale)

    Peningkatan aktivitas ini langsung membuat PVMBG menaikkan status Gunung Bromo dari Level I menjadi Level II atau waspada. Ini jadi peningkatan aktivitas Gunung Bromo pertama kali sejak 2019 lalu.

    "Untuk status Gunung Bromo saat ini naik ke status Level II (waspada). Karena aktivitas vulkaniknya mengalami peningkatan," bebernya.

  3. 3. Masyarakat diimbau tidak mendekati puncak Gunung Bromo

    Ilustrasi wisatawan dengan mobil jeep di Gunung Bromo. (Unsplash)
    Ilustrasi wisatawan dengan mobil jeep di Gunung Bromo. (Unsplash)

    Lebih lanjut, Budi mengimbau kepada masyarakat sekitar, wisatawan, dan pengelola jasa wisata untuk tidak mendekati area puncak Gunung Bromo. Ia mengungkapkan kalau masyarakat harus menjauh dalam radius 1 kilometer dari puncak.

    "Dalam radius 1 kilometer ini bisa terjadi letusan freatik yang sifatnya tiba-tiba. Bahkan seringkali terjadi tanpa gejala-gejala vulkanik yang mendahuluinya. Jadi sangat berbahaya kalau mendekat lebih dari 1 kilometer," pungkasnya.

Related Articles

See More