Gen Z di Surabaya Bisa Dapat Rp5 Juta dari Pemerintah, Ini Syaratnya

- Pemerintah Kota Surabaya akan memberikan Rp5 juta kepada Gen Z di setiap RW untuk memperbaiki kampungnya.
- Dana ini bertujuan melatih kemandirian dan visi strategis anak muda, dengan proposal kegiatan yang memiliki manfaat jangka panjang.
- Program ini merupakan bagian dari strategi pemkot untuk menekan angka pengangguran terbuka hingga kemiskinan di Kota Pahlawan.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelontorkan Rp5 juta untuk generasi muda atau Gen Z di setiap RW. Bukan diberikan secara cuma-cuma, pendanaan Rp5 juta per RW itu diberikan agar anak muda mau memperbaiki kampungnya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, bahwa dana ini bertujuan untuk melatih kemandirian dan visi strategis anak muda di perkampungan. Pendanaan ini harus berbasis kemanfaatan nyata untuk masyarakat.
Setiap Karang Taruna atau kelompok Gen Z di tingkat RW, wajib menyusun proposal kegiatan yang memiliki manfaat jangka panjang. Jika proposal tersebut dinilai memiliki dampak langsung bagi lingkungan atau pengembangan diri pemuda, maka dana akan segera bisa dicairkan.
“Proposalnya itu adalah kegiatan yang ada manfaatnya untuk Karang Taruna dan Gen Z yang ada di setiap RW. Kalau ada manfaatnya yang secara langsung dan bisa dirasakan, uangnya langsung dicairkan. Tapi kalau hanya untuk kegiatan-kegiatan seremonial, yang tidak ada manfaatnya, nggak akan kita kasih,” jelas Eri (18/2/2026).
Cara mendapatkan pendanaan itu yakni, pemuda kampung bisa membuat proposal. Proses seleksi proposal dilakukan langsung di tingkat kecamatan. Maka, proposal yang dibuat oleh para anak muda tersebut, dikumpulkan dan diseleksi langsung oleh kecamatan. "Saya ingin Gen Z ini punya pandangan, punya visi, punya rencana. Jangan sampai dikasih duit lalu habis begitu saja tanpa manfaat. Kita latih juga mereka menata rencana agar bisa menjadi wiraswasta," tegasnya.
Program ini telah berjalan sejak Januari 2026. Bagi RW yang belum sempat mengajukan proposal pada bulan pertama, ia memastikan anggaran tersebut tidak hangus dan dapat digabungkan pada bulan berikutnya.
“Januari kalau belum diambil bisa diambil di bulan Februari dengan kegiatan yang digabungkan. Misal uangnya Rp5 juta di Januari, Rp5 juta di Februari, maka (total) Rp10 juta,” ungkapnya.
Anggaran ini merupakan bagian dari strategi pemkot untuk menekan angka pengangguran terbuka hingga kemiskinan di Kota Pahlawan. Seiring berjalannya strategi itu, Pemkot juga baru saja menjalin kerja sama dengan setidaknya 38 pelaku industri Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) untuk menyerap produk-produk dari perkampungan di Surabaya.
Adanya program ini, Eri berharap, dana tersebut nantinya dapat digunakan sebagai stimulan untuk membangun unit usaha yang dapat menyuplai kebutuhan Horeka, mulai dari daging ayam, sayuran, hingga sandal hotel. Eri juga ingin, pemuda khususnya Gen Z mempunyai kemauan untuk belajar menggerakkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk kampung, seperti halnya berwirausaha.
Pihaknya bersama stakeholder juga akan melakukan pendampingan untuk para pemuda dan Gen Z yang menerima dana tersebut. Tujuannya, agar program yang dijalankan dapat berjalan secara berkelanjutan ke depannya.
Dirinya berharap, Kampung Pancasila tidak hanya sekadar program untuk meningkatkan rasa guyub rukun warganya, akan tetapi juga menjadi pusat inkubasi ekonomi kreatif bagi generasi muda di tingkat perkampungan di Surabaya. Sebab, melalui program tersebut ia menargetkan dapat mengurangi pengangguran terbuka di kalangan anak muda, mengurangi kemiskinan, hingga meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Belajarlah, kita mulai untuk menata agar dia (anak muda) bisa menjadi wiraswasta, bisa menjadi pergerakan kegiatan-kegiatan yang ada manfaatnya untuk kampung. Itu yang saya ingin mulai, jadi biar terbiasa,” pungkasnya.


















