Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gempa NTT, ITS Cek Dermaga Jadi Jalur Vital Bantuan
Ketua Tim Satgas Bencana ITS Dr Ir Muji Irmawan MT yang terjun langsung ke lokasi bencana untuk meninjau infrastruktur yang terdampak di Maumere, NTT. Dok. Humas ITS.
  • Satgas Bencana ITS mengasesmen Pelabuhan Lorens Say di Maumere setelah gempa NTT, karena pelabuhan menjadi jalur utama pengiriman bantuan saat akses darat terkendala.
  • Gedung terminal penumpang pelabuhan mengalami kerusakan struktural, tetapi dermaga masih kokoh dan dapat disandari kapal besar. Tim juga memantau jalan serta jembatan rusak, terutama di Nagekeo.
  • ITS menyiapkan inspeksi bawah air bersama PT Pelindo dan strategi pemulihan bertahap, sambil berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menjaga operasional pelabuhan dan pemulihan fasilitas publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya menyisakan kerusakan bangunan, tetapi juga mengancam kelancaran distribusi bantuan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turun langsung memastikan salah satu jalur vital logistik di Maumere tetap berfungsi.

Melalui Satuan Tugas (Satgas) Bencana ITS, sejumlah dosen diterjunkan ke lokasi sejak Senin (17/8/2026). Tim melakukan asesmen terhadap sejumlah infrastruktur vital, termasuk Pelabuhan Lorens Say, Maumere.

Ketua Tim Satgas Bencana ITS, Mudji Irmawan mengatakan, dampak gempa di Maumere tergolong signifikan. Salah satu kerusakan terlihat pada gedung terminal penumpang di kawasan pelabuhan yang mengalami kerusakan struktural akibat guncangan.

Namun, kondisi berbeda ditemukan pada fasilitas dermaga. Struktur dermaga Pelabuhan Lorens Say masih dinilai cukup kokoh dan sejauh ini masih dapat disandari kapal-kapal berukuran besar.

"Stabilitas dermaga ini menjadi poin krusial, karena pelabuhan saat ini berfungsi sebagai jalur utama pengiriman logistik bantuan sembako," ujar Mudji.

Bagi tim ITS, kondisi dermaga menjadi perhatian utama. Sebab, ketika akses darat ke sejumlah wilayah terdampak masih mengalami kendala, pelabuhan menjadi pintu masuk penting untuk mengalirkan bantuan dari luar NTT.

Tim juga memantau kondisi jalan dan jembatan yang menjadi penghubung distribusi bantuan. Salah satu tantangan terbesar berada di wilayah Nagekeo yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.

"Hal itu kami upayakan guna menjamin kelancaran distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang lebih terisolasi dan terdampak," katanya.

Kondisi tersebut menjadi semakin krusial karena gempa susulan masih terjadi hingga Kamis (20/8/2026). Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan sementara, belum ditemukan kerusakan tambahan pada struktur bangunan di Maumere.

Tim ITS kini tak hanya melakukan pemeriksaan visual. Inspeksi bawah air juga disiapkan untuk memastikan pondasi dermaga tidak mengalami kerusakan yang luput dari pemeriksaan permukaan.

Langkah tersebut dilakukan bersama PT Pelindo untuk mendapatkan asesmen lebih mendalam mengenai kelayakan fasilitas pelabuhan. Data teknis itu nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan sekaligus memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan.

"Fokus utama saat ini adalah memastikan dermaga tetap dalam kondisi layak fungsi untuk melayani kapal-kapal pengangkut bantuan logistik," tutur Mudji.

Satgas Bencana ITS yang terdiri dari dosen Departemen Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Teknik Sipil Infrastruktur juga telah menyusun strategi pemulihan secara bertahap.

Perbaikan tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan darurat. ITS menyiapkan pendekatan jangka pendek hingga jangka panjang agar fasilitas publik dapat kembali berfungsi sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.

"Akselerasi pemulihan fasilitas umum menjadi penting, karena diharapkan menjadi salah satu cara dalam pemulihan ekonomi lokal," jelasnya.

Tim ITS juga berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya dan PU Bina Marga Provinsi NTT untuk memastikan rekomendasi teknis yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Satgas Bencana ITS diperkirakan masih akan berada di wilayah terdampak selama sekitar satu pekan ke depan. Selain melakukan asesmen, tim sebelumnya juga telah terlibat dalam penggalangan serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Editorial Team

Related Article