Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dukung Hak Angket, Massa Gelar Aksi di Depan DPRD Tulungagung

Dukung Hak Angket, Massa Gelar Aksi di Depan DPRD Tulungagung
Peserta aksi dukung hak angket saat di depan kantor DPRD Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Share Article

Tulungagung, IDN Times - Ratusan anggota Forum Masyarakat Peduli Demokrasi (Formas PeDe) menggelar aksi di depan Gedung DPRD Tulungagung. Mereka meminta DPR RI untuk menggunakan hak angket untuk mengaudit pelaksanaan Pemilu 2024. Peserta aksi juga meminta anggota DPRD Tulungagung untuk ikut mendukung penggunaan hak angket.

Dengan membawa aneka poster serta keranda, massa memadati depang gedung DPRD Tulungagung. Mereka juga membentangkan berbagai poster bertulis. Seperti "Dukung Hak Angket", "Audit Lembaga Penyelenggara Pemilu", hingga "Bongkar Penyalahgunaan Bansos".

1. Dukung DPR RI gunakan hak angket

Peserta aksi dukung hak angket saat  di depan kantor DPRD Tulungagung. IDN Times/  Bramanta Pamungkas
Peserta aksi dukung hak angket saat di depan kantor DPRD Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Koordinator aksi, Nanang Rohmat mengatakan aksi ini digelar sebagai bentuk dukungan kepada DPR RI untuk menggunakan hak angket. Mereka menilai selama proses Pemilu berlangsung terdapat sejumlah kesalahan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara. "Aksi ini dalam rangka memberikan legitimasi dan dukungan kepada DPRI yang sedang mengajukan hak angket terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024," ujarnya, Selasa (05/03/2024).

2. Tak persoalkan pemenang pemilu

Peserta aksi dukung hak angket saat  di depan kantor DPRD Tulungagung. IDN Times/  Bramanta Pamungkas
Peserta aksi dukung hak angket saat di depan kantor DPRD Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Pihaknya tidak lagi mempersoalkan hasil Pemilu 2024. Menurutnya siapapun yang akan menang dalam Pemilu tidak menjadi masalah. Akan tetapi mereka memersoalkan tentang proses Pemilu 2024 yang dianggap telah menciderai demokrasi Indonesia. "Kami menemukan adanya kecurangan yang dilakukan oleh penguasa dengan segala cara untuk memenangkan pasangan calon tertentu," terangnya.

3. Ada cawe-cawe pemerintah memenangkan pasangan

Peserta aksi saat menyerahkan petisi ke anggota DPRD Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Peserta aksi saat menyerahkan petisi ke anggota DPRD Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Terdapat beberapa hal yang menjadi sorotan unjuk rasa dari Formas PeDe di depan Gedung DPRD Tulungagung. Diantaranya, ada indikasi cawe-cawe Presiden untuk memenangkan pasangan tertentu. Serta melakukan mobilisasi aparatur sipil negara (ASN) untuk memilih pasangan tertentu. "Bahkan kami juga menyayangkan dugaan penyalahgunaan bansos serta penyelenggara Pemilu yang tidak netral," paparnya.

4. Nilai KPU dan Bawaslu terlibat skenario

Peserta aksi dukung hak angket saat  di depan kantor DPRD Tulungagung. IDN Times/  Bramanta Pamungkas
Peserta aksi dukung hak angket saat di depan kantor DPRD Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Nanang menilai, KPU dan Bawaslu telah ikut dalam skenario penguasa untuk memenangkan pasangan tertentu. Maka dari itu, pihaknya mengeluarkan Mosi tidak percaya dan meminta DPR RI melakukan audit kepada KPU dan Bawaslu. "Proses Pemilu 2024 telah diciderai oleh cawe-cawe negara untuk memenangkan pasangan tertentu. Maka kami minta DPR RI untuk menggunakan hak angketnya," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bramanta Putra
EditorBramanta Putra

Latest News Jawa Timur

See More

185 Ribu BPJS PBI Dicoret, 52 Ribu Warga Jatim Minta Diaktifkan Lagi

18 Jun 2026, 12:31 WIBNews