Diberi Skor Jelek, Gerindra Jatim: Dukungan Mengalir Buat Prabowo

Surabaya, IDN Times - Ketua DPD Gerindra Jawa Timur (Jatim), Anwar Sadad turut bereaksi dengan pemberian skor jelek atas kinerja Kementerian Pertahanan di bawah Prabowo Subianto dari Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan - Ganjar Pranowo saat debat ketiga Capres - Cawapres 2024.
Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Prabowo-Gibran ini pun berkelakar meski Prabowo diberi skor jelek oleh Ganjar dan Anies, dukungan dari elemen masyarakat justru semakin banyak berdatangan. Terbaru, kata dia, dukungan mengalir dari guru madrasah diniyah (madin).
"Karena saya sangat yakin, masyarakat kita semakin cerdas, dan semakin objektif dalam menentukan pemimpinnya. Mau diberi skor jelek, difitnah dengan segala macam isu, toh nyatanya gelombang dukungan dari rakyat terus berdatangan untuk Bapak Prabowo," ujarnya, Rabu (10/1/2024).
Sadad menambahkan, pihaknya baru saja menerima dukungan dari 300 orang yang terdiri dari kepala dan guru madin di Sampang. Ia berkomitmen penuh menyampaikan dukungan dari guru madin kepada Prabowo.
"Saya terharu. Ini adalah dukungan yang nyata dari orang-orang yang mungkin selama ini suaranya tak terdengar. Begitu besar harapan mereka kepada Pak Prabowo dan Mas Gibran," katanya.
"Saya paham masyarakat Sampang sangat religius, dan selalu menghubungkan semua tindakan secara agamis. Kalau kita dalami, tujuan dalam beragama adalah terciptanya kemaslahatan. Insya Allah yang digagas oleh Prabowo-Gibran akan memberikan kemaslahatan kita bersama," tambahnya.
Sementara itu, Ketum Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) Sampang, Rahmatullah mengatakan, guru madrasah dan guru ngaji ini tak hanya memberi dukungan tapi juga menyampaikan aspirasinya. Terutama untuk mendapatkan kesejahteraan yang setara dengan pengorbanannya.
"Karena bagaimanapun guru ngaji adalah pahlawan tanpa jasa ya, andaikan tidak disuarakan ke atas mungkin sulit didengar. Maka pertemuan kali ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi melalui Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad untuk disampaikan ke Prabowo-Gibran," katanya.
Rahmatullah juga menyampaikan para guru madin tidak menuntut banyak hal. Mereka hanya ingin kesejahteraan guru madin diperhatikan dan mendapat kehidupan yang layak.


















