Datang di Persemayaman Ketua DPRD Surabaya, Eri Cahyadi Berkaca-kaca

- Eri Cahyadi hadir di penghormatan terakhir Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono
- Eri terlihat berkaca-kaca saat melihat jenazah Awi dan mengungkapkan kehilangan sosok pemimpin yang bijak
- Awi bukan hanya partner kerja, tapi juga teman diskusi bagi Eri dalam berbagai hal, termasuk politik
Surabaya, IDN Times - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi turut hadir dalam persemayaman jenazah Ketua DPRD Kota Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono di rumah duka Grand Heaven, Surabaya, Rabu (11/2/2/2026). Saat datang dan melihat jenazah Awi, mata Eri nampak berkaca-kaca.
Eri tiba di Grand Heaven Surabaya sekitar pukul 18.24 WIB, ia langsung menuju ruangan tempat jenazah Awi disemayamkan. Eri kemudian melihat jenazah Awi yang diletakkan di dalam sebuah peti.
Saat melihat jenazah Awi, Eri terlihat tak kuasa menahan air mata. Butiran bening air matanya itu pun akhirnya jatuh juga membasahi pipi.
"Saya secara pribadi dan mewakili jajaran pemerintah Kota Surabaya dan warga Kota Surabaya hari ini kehilangan seorang sahabat, seorang pimpinan yang luar biasa, seorang saudara yang selalu berjuang untuk kepentingan masyarakat Kota Surabaya," ujarnya.
Menurutnya, Awi adalah sosok pemimpin yang sangat bijak. Terlebih selama ini Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD Kota selalu berkolaborasi dengan baik menentukan arah kebijakan untuk kepentingan masyarakat Surabaya.
"Beliau berjuang untuk Kota Surabaya dan beliau adalah pemimpin yang bijak. Ketika beliau menjadi ketua DPRD, beliau adalah orang yang bijak. Bagaimana beliau tidak melihat satu apa, saya dari mana, tidak. Tapi menggabungkan semua orang yang ada di DPRD dari semua partai untuk menjadikan yang terbaik bagi warga Kota Surabaya," terang Eri.
Baginya, Awi bukan hanya partner antara legislatif dan eksekutif, tapi juga teman diskusi dalam berbagai hal, termasuk dalam berpolitik. Hal ini mengingat keduanya sama-sama kader PDI Perjuangan.
"Saya sering berbagi dengan beliaunya. Kadang kita saya ke rumahnya dan kita ngobrol di ruangan beliaunya dan itu saling bertukar pikiran bagaimana kita ini bisa memberikan yang terbaik bagi warga Kota Surabaya," terang dia.
Ia merasa telah belajar banyak hal dari Awi, bukan hanya bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik. Tetapi juga belajar sabar kala sedang menghadapi masalah.
"Ketika beliau menghadapi masalah, ketika menghadapi fitnah, ketika menghadapi apapun. Beliau adalah orang yang tenang dan beliau adalah orang yang sabar. Yang selalu beliau katakan adalah ketika kita disakiti, ini kalimat yang selalu saya ingat, Ketika kita tidak berbuat apa-apa, tapi kita dituduh dan kita disakiti. Biarlah Tuhan yang membalas," ungkap dia.
Dominikus Adi Sutarwijono telah meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.36 WIB. Awi meninggal di sebuah rumah sakit di Jakarta setelah sempat menjalani perawatan intensif.

















