Gudang di Terminal Kalimas Surabaya Rusak Akibat Angin Kencang
- Gudang di Terminal Kalimas, Surabaya rusak akibat hujan dan angin kencang pada Selasa malam.
- PT Pelindo Regional 3 melakukan perbaikan terhadap gudang yang rusak, termasuk pengamanan kargo dan penutupan area terdampak.
- Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Kalimas tetap berjalan normal.
Surabaya, IDN Times - Sejumlah gudang di kawasan Terminal Kalimas, Surabaya rusak akibat hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa (10/2/2026) malam. Kini, sejumlah fasilitas pergudangan yang rusak itu dalam perbaikan oleh PT Pelindo Regional 3.
Bangunan yang mengalami kerusakan itu adalah bagian atap gudang 611 dan 612. Gudang 611 dalam kondisi kosong saat kejadian, sementara itu Gudang 612 berisi komoditas. Sebagai langkah tanggap darurat, tim operasional Pelindo bersama stakeholder terkait segera melakukan pengamanan dan penutupan kargo guna mencegah dampak lanjutan akibat hujan yang masih berlangsung setelah kejadian.
Selain itu, akses keluar-masuk di Pos 4 Kalimas sempat mengalami gangguan akibat terdampak material dan kondisi cuaca. Namun, pada malam yang sama telah diberlakukan kebijakan rekayasa lalu lintas operasional dengan skema in dan out melalui akses yang sama guna memastikan kelancaran aktivitas logistik.
Saat ini, proses evakuasi fasilitas yang rusak terus dilakukan, termasuk pembersihan area terdampak, perbaikan jaringan listrik, serta pemulihan sistem pendukung operasional lainnya di kawasan Kalimas.
Yang terpenting, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Seluruh pekerja dan personel yang berada di area pelabuhan dalam kondisi aman.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa saat ini Pelindo telah melakukan penanganan pasca kejadian ini. “Kami memastikan bahwa penanganan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan aspek keselamatan. Fokus utama kami adalah pengamanan kargo pelanggan, percepatan pemulihan fasilitas, serta menjaga kelancaran operasional. Secara umum, kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Kalimas tetap berjalan normal," ungkap dia.
Sementara itu, Ana Adiliya selaku Branch Manager Kalimas Subholding Pelindo Multi Terminal turut menegaskan bahwa proses evakuasi penanganan yang dilakukan tim Pelindo tidak mengganggu kegiatan operasional Kalimas.
“Tim di lapangan langsung melakukan langkah mitigasi segera setelah kejadian, termasuk penutupan kargo serta pengamanan area gudang yang terdampak. Kami juga telah berkoordinasi dengan pemilik barang untuk memastikan proses delivery tetap berjalan dan diupayakan tidak mengalami kendala signifikan. Saat ini aktivitas bongkar muat dan layanan operasional Kalimas tetap lancar," jelasnya.
Kejadian ini merupakan bagian dari kondisi cuaca ekstrem yang melanda Surabaya dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan informasi dari otoritas meteorologi (BMKG), hingga pertengahan Februari 2026 wilayah Jawa Timur memang tengah berada dalam periode potensi cuaca ekstrem akibat pengaruh Monsun Asia dan dinamika atmosfer lainnya.


















