Buruan Daftar! 143 Ribu Beasiswa Jatim Resmi Dibuka

- Pemprov Jawa Timur meluncurkan program beasiswa terbesar dengan total 143.131 kuota bagi siswa SMA/SMK swasta dan calon mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta.
- Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan, menekan angka anak tidak sekolah, serta menjembatani kesenjangan daya tampung antara sekolah negeri dan jumlah lulusan SMP di Jatim.
- Tercatat 2.106 sekolah dan 84 perguruan tinggi swasta berpartisipasi, menyediakan beasiswa penuh, potongan biaya pendidikan, hingga bantuan biaya hidup bagi penerima manfaat.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) meluncurkan program beasiswa terbesar tahun ini dengan total 143.131 kuota bagi pelajar dan mahasiswa. Program ini terdiri dari 81.131 kuota beasiswa dan potongan biaya pendidikan untuk siswa SMA/SMK swasta serta 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya kuliah bagi calon mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta (PTS).
Khofifah mengatakan, program ini sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka anak tidak sekolah (ATS). Ia menambahkan, program tersebut lahir dari tantangan besarnya kesenjangan daya tampung sekolah negeri dengan jumlah lulusan SMP di Jatim.
"Tahun 2026 jumlah lulusan SMP/MTs mencapai 618.479 siswa. Sementara daya tampung SMA dan SMK negeri hanya 244.621 kursi. Artinya, sekolah negeri baru mampu menampung sekitar 39,55 persen lulusan," ujarnya.
Artinya, masih ada 373.858 lulusan atau 60,45 persen yang harus melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya. Pemprov pun menggandeng sekolah dan perguruan tinggi swasta agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang melanjutkan pendidikan.
"Melalui program ini kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak Jawa Timur yang tertinggal dari pendidikan hanya karena alasan ekonomi," tegas Khofifah.
Untuk jenjang SMA dan SMK swasta, jumlah sekolah yang bergabung dalam program beasiswa terus meningkat. Pada tahun ajaran 2026/2027 tercatat 2.106 sekolah ikut berpartisipasi, terdiri dari 860 SMA swasta dan 1.246 SMK swasta. Jumlah tersebut naik 334 sekolah atau sekitar 18,84 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1.772 sekolah.
Dari total 81.131 kuota jenjang SMA/SMK, sebanyak 44.421 siswa memperoleh beasiswa penuh, sedangkan 36.710 siswa menerima potongan biaya pendidikan berupa pembebasan uang gedung, diskon SPP, hingga bantuan pendidikan lainnya.
Sementara di jenjang perguruan tinggi, hingga 18 Juni 2026 sebanyak 84 PTS di Jawa Timur menyatakan komitmennya menyediakan 62.000 kuota beasiswa dan keringanan biaya kuliah. Sejumlah kampus bahkan turut memberikan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa baru.
Khofifah menilai peningkatan kuota beasiswa tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan angka partisipasi pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Jatim.
"Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap penerima beasiswa ada harapan orang tua, semangat belajar anak-anak, dan peluang lahirnya generasi Jawa Timur yang lebih unggul serta berdaya saing," katanya.
Menurut Khofifah, perluasan akses pendidikan turut berkontribusi terhadap prestasi Jatim yang selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah mahasiswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur seleksi nasional.
"Semakin luas akses pendidikan dibuka, semakin besar peluang anak-anak Jawa Timur meraih prestasi. Karena itu kolaborasi dengan sekolah dan perguruan tinggi swasta menjadi sangat penting," pungkasnya.


















