Kapal PELNI Menua, Tiga Armada Baru Disiapkan Lewat PMN Rp4 Triliun

- Komisi XI DPR RI meninjau kondisi kapal tua PT PELNI di Surabaya dan mengawal rencana peremajaan armada yang sudah beroperasi lebih dari 40 tahun.
- Pemerintah menyiapkan PMN sebesar Rp4 triliun untuk pembangunan tiga kapal baru, dicairkan bertahap pada 2024–2025 guna memperkuat layanan transportasi laut nasional.
- Proses peremajaan kini masuk tahap desain selama 17 bulan, dengan target tiga kapal baru siap beroperasi pada tahun 2029.
Surabaya, IDN Times - Komisi XI DPR RI memberi perhatian terhadap kondisi armada PT PELNI yang telah berusia tua. Dalam kunjungan kerja di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (19/6/2026), rombongan wakil rakyat ini meninjau langsung kelayakan KM Kelimutu sekaligus mengawal rencana peremajaan kapal. Pemerintah berencana mengucurkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp4 Triliun untuk peremajaan 3 kapal PT PELNI
PT PELNI saat ini mengoperasikan 26 kapal penumpang yang melayani berbagai rute di seluruh Indonesia. Kehadiran kapal-kapal baru diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pelayaran, kenyamanan penumpang, sekaligus memperkuat konektivitas antarpulau di Tanah Air.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, M. Hanif Dhakiri, mengungkapkan bahwa langkah monitoring ini sangat penting mengingat beberapa unit kapal penumpang milik PT PELNI telah beroperasi lebih dari 40 tahun.
"Kami ingin memastikan bahwa PMN yang diberikan benar-benar digunakan untuk memperkuat armada dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Hanif usai meninjau KM Kelimutu.
Untuk mengatasi persoalan armada yang menua, pemerintah menyuntikkan PMN. Secara total, PT PELNI mendapatkan dukungan PMN sebesar Rp4 triliun yang dicairkan bertahap pada 2024 dan 2025.
Anggaran jumbo tersebut menjadi modal utama perusahaan untuk mempercepat regenerasi armada yang sudah tidak ideal dari segi usia operasional."Kami tidak hanya melihat kondisi kapal yang ada, tetapi juga memastikan proses regenerasi armada berjalan sesuai rencana," ungkap dia.
Direktur Armada dan Teknik PT PELNI, Kokok Susanto, menyambut baik pengawalan dari DPR RI. Ia menjelaskan bahwa proses peremajaan saat ini sudah memasuki tahap krusial.
"Prosesnya masih desain. Konsultan sudah ditunjuk dan penyusunan desain diperkirakan memerlukan waktu sekitar 17 bulan sebelum masuk tahap pembangunan kapal," ungkap dia.
Meskipun saat ini kapal-kapal berusia empat dekade tersebut dinilai masih terawat dan layak beroperasi, PELNI mengakui bahwa investasi pada pengadaan armada baru tidak bisa ditunda lagi demi keberlanjutan transportasi laut nasional.
"Target kami, tiga kapal baru tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun 2029," pungkas dia.
















