Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG: Jatim Masuk Mode Kering, Hujan Baru Muncul Akhir Pekan
ilustrasi musim kemarau (pexels.com/AlesVeluscek)
  • BMKG Juanda memprediksi Jawa Timur akan mengalami cuaca kering hingga Sabtu, dengan potensi hujan ringan baru muncul pada Minggu, 5 Juli 2026.
  • Kondisi atmosfer yang stabil dan pola angin timur–tenggara menyebabkan pembentukan awan hujan di wilayah Jatim menjadi kurang optimal.
  • BMKG mengimbau masyarakat menjaga kesehatan, waspada kebakaran lahan, serta rutin memantau informasi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Warga Jawa Timur (Jatim) diminta bersiap menghadapi cuaca kering sepanjang sepekan ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi mayoritas wilayah Jatim akan didominasi kondisi kabut atau asap hingga Sabtu (4/7/2026), sementara hujan ringan baru berpotensi turun pada Minggu (5/7/2026).

Prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Rendy Irawadi mengatakan, minimnya potensi hujan dipengaruhi kondisi atmosfer yang belum mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Jatim.

"Secara umum, kondisi atmosfer di Jawa Timur masih cenderung stabil sehingga peluang terbentuknya awan konvektif yang memicu hujan masih rendah," ujarnya, Senin (29/6/2026).

Rendy menjelaskan, anomali suhu muka laut di sekitar Jatim memang meningkatkan kandungan uap air, terutama di Selat Madura. Namun, kondisi tersebut belum cukup kuat memicu hujan karena tidak didukung faktor atmosfer lainnya.

Selain itu, analisis angin pada lapisan 3.000 kaki menunjukkan angin didominasi bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai sekitar 22 knot dan membentuk pola divergen atau penyebaran massa udara. Kondisi ini membuat pembentukan awan hujan menjadi kurang optimal.

BMKG juga mencatat fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) masih berada pada fase netral. Begitu pula kondisi ENSO dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan aktivitas konvektif di Jatim.

"Prediksi OLR juga menunjukkan kondisi netral hingga positif. Artinya, hingga sekitar 9 Juli belum terlihat adanya gangguan atmosfer yang signifikan melintasi Jawa Timur," kata Rendy.

Dengan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan hingga berkabut akan lebih dominan dalam beberapa hari ke depan. Hujan ringan diperkirakan baru berpeluang terjadi pada Minggu (5/7/2026).

BMKG mengimbau masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan, untuk menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan tabir surya atau pelindungi kulit saat terpapar matahari, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan dan hutan.

Selain itu, masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum beraktivitas, terutama bagi yang memiliki agenda perjalanan atau kegiatan luar ruangan selama musim kemarau.

Editorial Team

Related Article