Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bertemu Risma, Lenis Kogoya: Saya Hampir Tidak Mau Pulang ke Jakarta

Bertemu Risma, Lenis Kogoya: Saya Hampir Tidak Mau Pulang ke Jakarta
IDN Times/Fitria Madia
Share Article

Surabaya, IDN Times - Usai menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua Lenis Kogoya berkunjung ke kediaman Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Ketika bertemu, mereka membahas bagaimana Risma selama ini memperlakukan mahasiswa Papua di Kota Surabaya.

1. Risma curhat kondisi asrama mahasiswa papua yang sering ricuh

IDN Times/Fitria Madia
IDN Times/Fitria Madia

 

Risma memulai ceritanya dengan kericuhan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan yang kerap kali terjadi. Sedangkan asrama Papua atau pemukiman mahasiswa Papua di wilayah lainnya tidak pernah terjadi hal yang serupa. Ia pun bingung bagaimana cara mengatasinya.

"Ini rutin di sini. Saya juga bingung. Saya kira karena mereka jauh dari orangtua. Kasihan," ujarnya kepada Lenis, Selasa (20/8) malam.

2. Risma merasa perlakuannya sudah baik

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat bertemu dengan Staf Presiden Lenis Kogoya dan mahaiswa Papua (IDN Times/Fitria Madia)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat bertemu dengan Staf Presiden Lenis Kogoya dan mahaiswa Papua (IDN Times/Fitria Madia)

 

Padahal, menurut Risma perlakuannya terhadap mahasiswa Papua sudah cukup baik. Ia kerap melibatkan mahasiswa Papua di berbagai kegiatan sampai memberikan kesempatan khusus untuk membawakan tarian khas Papua tiap penyambutan tamu.

"Saya punya kepentingan apa? Saya gak punya kepentingan apa-apa. Gak ada kita beda-bedakan," tuturnya.

3. Banyak pejabat Risma dari Papua

IDN Times/Fitria Madia
IDN Times/Fitria Madia

 

Selain itu Risma juga menceritakan tentang pejabatnya yang juga banyak diduduki oleh orang Papua. Mereka pun menjabat posisi strategis seperti Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser. Ada juga dua Camat yang sama-sama memimpin wilayah padat penduduk yaitu Ridwan Mubarun di Tambaksari dan La Koli di Sukomanunggal.

"Kalau dia memang bagus, saya gak beda-bedakan. Saya dukung terus dia. Fikser ini juga sering dapat penghargaan, minimal 5 lah tiap tahunnya," ujar Risma berbangga.

4. Lenis kagum dengan perlakuan Risma

IDN Times/Fitria Madia
IDN Times/Fitria Madia

 

Mendengar bagaimana cara Risma memperlakukan warga Papua, Lenis kaget. Ia berkali-kali mengekspresikan rasa terkejut sekaligus kagumnya. Menurut Lenis, perlakuan Risma masih tahap rencana di tingkat pemerintah pusat tapi sudah dilakukan sejak lama di Kota Surabaya.

"Saya sudah mendengar Ibu bercerita satu jam lebih. Ternyata Ibu Wali Kota ini sudah berjalan. Artinya apa yang masih saya koordinasikan dengan Pak Presiden, Ibu sudah jalankan," ungkap Lenis.

5. Ia merasa nyaman di Surabaya

IDN Times/Fitria Madia
IDN Times/Fitria Madia

 

Lenis pun akan berkomunikasi dengan para warga Papua yang ada di Kota Surabaya terkait permasalahan-permasalahan yang terjadi. Namun sejauh ini, ia merasa Surabaya dan Jawa Timur merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk ditinggali para perantau dari Papua.

"Ternyata di sini ada dua Mama Papua (Khofifah dan Risma). Saya merasa hangat dan hampir tidak bisa pulang ke Jakarta," tuturnya seraya diiringi tawa lepas.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More

Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Perempuan di Putat Jaya Surabaya

27 Jun 2026, 19:55 WIBNews