Minta Maaf, Risma Berjanji Akan Kunjungi Asrama Mahasiswa Papua

Surabaya, IDN Times - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyatakan akan segera mengunjungi Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan. Ia mengaku terlalu sibuk beberapa hari lalu sehingga tidak bisa langsung hadir ketika keributan terjadi.
Keributan terjadi di Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan Surabaya sejak Jumat (16/8) ketika ratusan massa tersulit emosi akibat gambar bendera merah putih yang dibuang di selokan. Keesokan harinya, 43 warga Papua di asrama tersebut diangkut dengan dramatis ke Mapolrestabes Surabaya. Mereka baru dikembalikan ke asrama pada Minggu (18/8). Risma mengatakan, dalam kurun waktu tersebut dirinya terlalu sibuk untuk datang ke lokasi kejadian.
"Mereka masih ada di polisi dan penuh acara saya. Masih ada purna paskibraka dan saya juga pimpin upacara selama 17 Agustus itu penuh. Setelah itu hari ini saya ke sini," ujarnya usai dilantik di Kantor DPP PDIP, Menteng Jakarta Pusat, Senin (19/8).
Risma pun menyampaikan permintaan maaf atas nama warga Surabaya apabila telah menyinggung warga Papua. Untuk itu, ia akan langsung mengunjungi Asrama Mahasiswa Papua pada Selasa (20/8) setelah kembali ke Surabaya.
"Gak bisa pulang ini, sudah malam. Ini sampai di Surabaya satu jam perjalanan. Saya usahakan besok lah," tuturnya.
Berdasarkan catatan IDN Times, Risma diketahui jarang mengunjungi Asrama Mahasiswa Papua meski kericuhan terjadi. Sebelumnya keributan hingga pengosongan asrama juga terjadi selama beberapa kali di tahun 2018 dan dua kali di 2019. Selama itu, Risma nampak tak pernah mengunjungi asrama.



















