Ngawi, IDN Times – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, masih belum dimulai di Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Padahal, sejumlah kabupaten lain di Jawa Timur sudah melaksanakan program ini untuk meningkatkan gizi masyarakat.
Belum Ada Makan Bergizi Gratis untuk Siswa Ngawi

1. Alasan belum gelar MBG
Hingga kini, Ngawi baru memiliki satu Satuan Pelayanan Penemuan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang direncanakan dapat menyuplai hingga 3.000 porsi makanan sehat per hari. Namun, implementasi program tersebut masih menunggu arahan lebih lanjut.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi, Zainal Fanani, mengungkapkan bahwa pihaknya belum mendapatkan koordinasi dari pengampu kebijakan MBG.
"Hingga saat ini kami belum pernah ikut rapat koordinasi pelaksanaan MBG dari pengampu kebijakan tersebut, jadi belum tahu kapan program ini akan terlaksana di Ngawi,” ujar Zainal, Rabu (8/1/2025).
2. Ada 88.418 penerima MBG
Menurut data pokok pendidikan (Dapodik) yang dihimpun Dikbud Ngawi, terdapat 88.418 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Jumlah tersebut meliputi 45.126 siswa SD, 23.412 siswa SMP, dan 19.880 siswa PAUD. Meski demikian, Zainal menegaskan bahwa cakupan program MBG kemungkinan belum dapat menjangkau seluruh siswa.
"Total ada 88.418 siswa dari berbagai tingkatan, tapi program ini pastinya belum merata untuk jumlah sebesar itu,” tambahnya.
3. Pemkab Ngawi menunggu petunjuk pusat
Pemkab Ngawi mengaku siapa untuk melaksanakan program MBG apabila petunjuk pelaksanaan (juklak) dan teknis (juknis) dari pemerintah pusat sudah diterima.
"Ya kami masih menunggu seperti apa juklak dan juknisnya, tapi kami siap untuk melaksanakan program tersebut dengan berkolaborasi dengan SPPG dan pihak terkait lainnya,” jelas Zainal.
Masyarakat Ngawi masih harus bersabar menanti dimulainya program ini. Harapannya, program MBG dapat segera terlaksana demi mendukung pemenuhan kebutuhan gizi siswa di Kabupaten Ngawi.