Malang, IDN Times - Belakangan ramai jadi perbincangan isi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 1447 Hijriah yang dinilai terlalu sedikit. Begini isi MBG yang ada di SMP Negeri 1 Bantur, Kabupaten Malang.
Begini Isi Menu MBG Ramadan di Kabupaten Malang

1. Tak lagi ada nasi, siswa diberikan makanan kering yang tahan sampai maghrib
Salah seorang guru SMPN 1 Bantur, Susiati menyampaikan jika sejak ramadan, para siswa memang tidak lagi mendapat menu nasi karena kini MBG bisa dibawa pulang dan disantap saat berbuka puasa. Menu hari ini (24/2/2026) juga terdiam dari donat, telur rebus, kacang, dan buah pisang.
"Kemarin juga tidak ada nasi, karbohidrat diganti dengan roti bapau. Kemudian ada dimsum dan kurma. Yang pasti makanan yang tidak cepat basi buat berbuka puasa," terangnya.
Ia juga mengatakan jika siswa tidak lagi diberikan ompreng atau food tray seperti biasanya. Bungkus MBG diganti dengan mika plastik yang bisa dibawa pulang oleh para siswa.
2. Menu MBG dibagikan kepada siswa setiap akan pulang sekolah
Susiati juga menyampaikan jika selama Ramadan, MBG akan dibagikan kepada siswa setiap pukul 12.00 WIB atau setiap menjelang pulang sekolah. Jadi para siswa bisa langsung membawa MBG ke rumah untuk disimpan sampai saatnya berbuka puasa.
"Biasanya kan datang memang siang dan langsung dimakan di kelas. Karena sekarang bulan puasa dan mayoritas muslim, jadi MBG langsung dibawa pulang untuk dimakan saat buka puasa," jelasnya.
Susiati juga menyampaikan jika pihak sekolah telah berkomunikasi dengan orang tua atau wali siswa bahwa MBG selama Ramadan akan dibawa pulang. Sehingga para orang tua atau wali bisa memastikan bahwa para siswa benar-benar menerima MBG dan dibawa pulang ke rumah.
3. Para guru mengaku cukup puas dengan menu MBG di SMPN 1 Bantur
Lebih lanjut, Susiati menyampaikan jika selama ini belum ada masalah selama program MBG diselenggarakan di SMPN 1 Bantur. Menurutnya, para guru dan siswa cukup puas dengan menu yang diberikan kepada murid-murid di sana.
"Alhamdulillah selama ini menu yang diberikan bervariasi sehingga para siswa tidak bosan, termasuk selama bulan puasa ini juga menunya beda-beda. Kita berharap kualitas ini dipertahankan jangan sampai menurun," pungkasnya.