Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bayi 24 Hari Meninggal, Wagub Emil Sebut Infeksi Saluran Pencernaan
Wagub Jatim Emil Dardak saat acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

  • Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyebut bayi A berusia 24 hari meninggal setelah mengalami infeksi saluran pencernaan dan dirawat tiga hari di RSUD Dr. Soetomo.

  • Penyebab pasti kematian serta kaitan dugaan pemberian telur mentah oleh nenek bayi belum dikonfirmasi medis; Emil meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan.

  • Emil menyatakan penerimaan bayi hingga masuk NICU telah diproses rumah sakit sebelum ia terhubung dengan keluarga, serta meminta masyarakat menghormati masa duka keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
malam hari

RSUD Dr. Soetomo telah menyetujui penerimaan Alena sebelum Emil terhubung dengan keluarga.

pukul 10.00 WIB

Alena tiba di instalasi gawat darurat RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

pukul 11.00 WIB

Alena masuk ke ruang perawatan intensif neonatal (NICU).

11 Oktober 2026

Alena meninggal pada pukul 07.10 WIB setelah menjalani perawatan selama tiga hari di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

12 Oktober 2026

Emil menyebut Alena mengalami infeksi saluran pencernaan dan meminta publik menunggu konfirmasi medis mengenai kaitan dugaan konsumsi telur mentah dengan kematiannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Alena, bayi berusia 24 hari, meninggal setelah menjalani perawatan selama tiga hari di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Emil Elestianto Dardak menyebut kasus tersebut berkaitan dengan infeksi saluran pencernaan.
  • Who?
    Alena, keluarga Alena, tenaga medis RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak terlibat dalam penanganan serta penyampaian informasi kasus ini.
  • Where?
    Alena dirawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, termasuk di instalasi gawat darurat dan ruang perawatan intensif neonatal atau NICU. Emil menyampaikan keterangan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
  • When?
    Alena dinyatakan meninggal pada Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 07.10 WIB. Emil menyampaikan keterangan pada Senin, 12 Oktober 2026.
  • Why?
    Emil menyatakan Alena mengalami infeksi saluran pencernaan. Penyebab pasti kematian dan hubungan dugaan konsumsi telur mentah dengan kondisi Alena hingga saat ini belum ada kepastian dari tenaga medis berwenang.
  • How?
    Alena tiba di IGD sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian masuk NICU sekitar pukul 11.00 WIB setelah rumah sakit menyetujui penerimaan pasien pada malam sebelumnya. Perawatan berlangsung tiga hari sebelum Alena meninggal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi A yang berumur 24 hari meninggal setelah dirawat tiga hari di rumah sakit Surabaya. Pak Emil bilang bayi itu kena infeksi di perut. Ada kabar bayi diberi telur mentah oleh neneknya, tapi dokter belum bilang itu penyebabnya. Sekarang keluarga masih sedih, dan orang-orang diminta menunggu penjelasan dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah duka keluarga, penanganan bayi A menunjukkan bahwa akses layanan rumah sakit pemerintah tetap terbuka bagi masyarakat, dengan proses penerimaan hingga perawatan intensif yang telah disetujui sebelum adanya perhatian publik. Sikap untuk menunggu penjelasan medis juga mencerminkan penghormatan pada fakta, keluarga, dan proses profesional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak menyebut infeksi saluran pencernaan dalam kasus meninggalnya bayi A berusia 24 hari yang sempat menjalani perawatan selama tiga hari di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun, penyebab pasti kematian dan kaitannya dengan dugaan konsumsi telur mentah masih perlu dikonfirmasi oleh pihak medis.

“Saya jawabannya satu, bahwa ini infeksi saluran pencernaan. Masalah kausalitas dengan apa yang dikonsumsi, seyogianya disampaikan oleh pihak medis yang berwenang,” ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Emil saat menanggapi kabar mengenai meninggalnya bayi A. Sebelumnya, beredar dugaan bahwa bayi tersebut diberi telur mentah oleh neneknya untuk menurunkan demam. Meski demikian, belum ada keterangan medis yang memastikan bahwa konsumsi telur mentah tersebut menjadi penyebab kondisi bayi memburuk atau berkaitan langsung dengan kematiannya.

Emil meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian bayi A. Menurutnya, penjelasan mengenai hubungan antara kondisi medis pasien dan makanan yang dikonsumsi harus disampaikan oleh tenaga medis yang berwenang.

Ia juga meminta masyarakat menghormati keluarga yang tengah berduka dan memberi ruang bagi mereka sebelum informasi lebih lanjut disampaikan. “Kita sangat berduka, bahwa tiga hari diupayakan namun akhirnya meninggal. Ibundanya memahami kondisinya dan memohon agar diberikan waktu untuk keluarga ini yang masih berduka,” kata Emil.

Bayi A sebelumnya mendapatkan perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya selama tiga hari sebelum dinyatakan meninggal pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.10 WIB.

Emil turut meluruskan kabar bahwa dirinya menjadi pihak yang membantu bayi tersebut memperoleh tempat perawatan. Ia menegaskan, proses penerimaan pasien hingga masuk ruang perawatan intensif neonatal (NICU) telah berlangsung sebelum dirinya terhubung dengan keluarga.

Menurut Emil, rumah sakit telah menyetujui penerimaan pasien sejak malam hari. Bayi tersebut tiba di instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 10.00 WIB dan masuk NICU sekitar pukul 11.00 WIB.

Emil menegaskan, pelayanan rumah sakit pemerintah harus terbuka bagi seluruh masyarakat, baik pasien umum maupun peserta BPJS Kesehatan.

Terkait kemungkinan edukasi kepada orang tua mengenai perawatan bayi, Emil menyatakan hal tersebut akan disampaikan dalam keterangan berikutnya. Ia meminta publik menunggu penjelasan lebih lanjut dan tidak mengaitkan dugaan konsumsi makanan tertentu dengan kematian Alena tanpa konfirmasi medis.

Curated For You

Editorial Team

Related Article