Awal 2026, Masih Ada 250 Titik Banjir di Surabaya

- Pemerintah Kota Surabaya mencatat masih ada 250 titik banjir di kota tersebut.
- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengklaim penurunan titik banjir sejak tahun 2021, dengan 100 titik sudah ditangani.
- Pemkot akan memprioritaskan penanganan banjir di beberapa titik pada tahun 2026, termasuk kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementrian PU.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat titik banjir di Kota Pahlawan saat ini masih ada 250. Beberapa titik ditarget selesai penangannya tahun 2026 ini.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengklaim titik banjir di Kota Pahlawan mengalami penurunan sejak tahun 2021. Dari yang awalnya 350 titik, 100 di antaranya sudah ditangani.
"Kita kan punya 350 titik banjir. Yang sudah bisa kita selesaikan 100 titik banjir, masih ada 250 titik banjir," ujar Eri, Selasa (6/1/2026).
Eri menuturkan, penyelesaian titik banjir ini tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota saja, melainkan juga bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Titik-titik tersebut merupakan bagian dari jalan provinsi.
"Kemarin yang jalan Jemursari, kita juga minta bantuan kepada provinsi untuk membuat saluran," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta bantuan Kementrian Pekerjaan Umum (PU) untuk membantu menyelesaikan masalah banjir di Surabaya. Titik banjir itu berada di jalan nasional.
"Kita juga menyampaikan bantuan kepada PU, kementerian untuk yang di jalan Kalianank keluar dari Gresik," terang dia.
Eri menuturkan, kendala penganan banjir di Surabaya bukan hanya dari segi anggaran yang terbatas, tetapi juga kesadaran masyarakat. Beberapa titik banjir disebabkan karena perumahan tak membuat saluran air.
"Jenengan lihat itu sepanjang Margorejo ono saluran enggak setiap rumah membangun, Rumah kan harusnya ada setiap rumah itu pasti ada saluran. Jenengan lihat, tidak ada saluran puluhan tahun sampai hari ini," terangnya.
Tahun 2026 ini, Pemkot bakal memprioritaskan penanganan banjir di beberapa titik, mulai dari Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rojo, Margorejo hingga Tanjung Sari. Beberapa wilayah tersebut menjadi titik paling parah terjadinya banjir.
"Insyaallah 2026 Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rojo 1 Sari A 1 A 1 B, setelah itu Margorejo juga Tanjung Sari. Tapi enggak bisa semuanya semuanya ya. Karena itu sudah menyelesaikan banyak hal ya banyak lingkungan ya," pungkas dia.


















