Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ponorogo Hujan Es, Ukurannya Sebesar Kelereng

Ponorogo Hujan Es, Ukurannya Sebesar Kelereng
Hujan es sebesar kelereng guyur Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Ponorogo. IDN Times/Istimewa.
Intinya Sih
  • Warga Desa Pangkal, Ponorogo, dikejutkan hujan es tiba-tiba pada Selasa sore, dengan butiran sebesar kelereng disertai angin kencang dan suara benturan di atap rumah.
  • Fenomena langka ini berlangsung sekitar lima menit dan membuat warga keluar rumah untuk memastikan kejadian serta merekam momen menggunakan ponsel.
  • Tidak ada korban jiwa atau kerusakan dilaporkan, sementara butiran es cepat mencair; hujan es disebut sudah beberapa kali terjadi namun kali ini berukuran paling besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ponorogo, IDN Times – Warga Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dibuat kaget dengan fenomena hujan es yang turun secara tiba-tiba, Selasa (13/3/2026) sore. Butiran es yang jatuh disebut-sebut berukuran sebesar kelereng.

Peristiwa itu terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan berintensitas sedang disertai angin kencang. Tak lama kemudian, suara benturan terdengar dari atap rumah warga saat butiran es mulai berjatuhan. Salah satu warga, Nurohman, mengatakan awalnya ia mengira hanya hujan biasa. Namun angin yang cukup kencang disertai suara keras di atap membuatnya menyadari ada yang berbeda. “Awalnya hujan biasa, tapi anginnya cukup kencang. Setelah itu tiba-tiba turun es, besarnya kira-kira sebesar kelereng. Kurang lebih lima menit,” ujarnya saat dihubungi.

Fenomena langka tersebut membuat sejumlah warga keluar rumah untuk memastikan kejadian itu. Beberapa di antaranya mengabadikan momen hujan es menggunakan telepon genggam, sementara yang lain memilih bertahan di dalam rumah.

Masuh menurut Nurohman, hujan es sebenarnya sudah beberapa kali terjadi di Desa Pangkal. Namun, ukuran butiran es kali ini disebut paling besar dibanding kejadian sebelumnya. “Sudah beberapa kali terjadi, tapi ini yang paling besar,” katanya.

Meski sempat membuat panik karena jarang terjadi, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah akibat hujan es tersebut. Butiran es yang jatuh juga dilaporkan cepat mencair beberapa menit setelah menyentuh tanah. “Enggak ada sih sepertinya kalau korban, paling panik aja karena jarang terjadi,” tambahnya.

Untuk diketahui, hujan es terjadi ketika awan cumulonimbus berkembang kuat dan membawa butiran air ke lapisan udara bersuhu sangat dingin hingga membeku. Saat ukurannya membesar dan tak lagi mampu ditahan arus udara, butiran es tersebut jatuh ke permukaan bumi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More