Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Data Dianggap Aneh, Unair Curigai 79 Peserta UTBK SNBT 2026

Data Dianggap Aneh, Unair Curigai 79 Peserta UTBK SNBT 2026
Kordinator Pelaksana Pusat UTBK SNBT Unair, Prof Dr I Made Narsa. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya Sih
  • Universitas Airlangga mencurigai 79 peserta UTBK SNBT 2026 karena ditemukan data anomali yang berpotensi mengarah pada tindakan kecurangan.
  • Keanehan data terlihat dari ketidaksesuaian lokasi domisili, pilihan kampus, dan tempat ujian yang dinilai tidak wajar oleh panitia pelaksana.
  • Dari 79 peserta tersebut, sebagian tidak hadir ujian dan satu di antaranya diduga joki, namun pengawasan ketat memastikan tak ada indikasi kecurangan pada peserta yang hadir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Universitas Airlangga (Unair) mencurigai 79 data anomali peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK). 79 peserta itu, dijadwalkan mengikuti tes di hari pertama, Selasa (21/4/2026).

Kordinator Pelaksana Pusat UTBK SNBT Unair 2026, Prof Dr I Made Narsa mengatakan, 79 data peserta didapat dari Tim Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Mereka dicurigai lantaran ada data yang dirasa aneh. Keanehan data bisa mengarah pada tindakan kecurangan.

"Anomali saja, datanya kok aneh ya, jangan-jangan itu (mengarah pada kecuringan)" ujarnya di Kampus C Unair.

Made mencontohkan, keanehan data itu misalnya salah satu peserta berdomisi di Indonesia Barat dan memilih kampus di Jawa Tengah, tetapi dia justru memilih tes di wilayah bukan domisilinya dan kota kampus yang dipilih. Patut diduga, peserta tersebut memilih lokasi tes dengan tingkat pengawasan yang tidak terlalu ketat.

"Kan gini, tingkat keketatan kualitas pengawasan di masing-masing pusat UTBK kan beda-beda. Bisa jadi dia berpikir di daerah pengawasannya lebih lengah, kan bisa begitu. Jadi dari pikiran normal, ini kok aneh ya, rumahnya di sini, milihnya di sini, kok tesnya di situ, curiga kita," jelasnya.

Dari 79 peserta, beberapa di antaranya tidak hadir ujian. Sementara yang hadir diawasi ketat oleh pengawas, mulai dari verifikasi data hingga wajah.

Hasil pengawasan, tidak ditemukan indikasi kecurangan pada peserta yang hadir. "Hasil pengawasan itu kita melihat di lapangan tidak ada kamera, tidak ada alat-alat yang dipakai aman ya dugaan aja," pungkas dia.

Selain itu, Unair juga memperketat pengawasan terhadap satu peserta yang merupakan suspect terduga pelaku joki UTBK SNBT. Tetapi, terduga pelaku ternyata tidak hadir saat ujian.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More