Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Joki UTBK SNBT 2026 Ditangkap di Unesa

Joki UTBK SNBT 2026 Ditangkap di Unesa
Ilustrasi jasa joki tugas (pexels.com/EVG Kowalievska)
Intinya Sih
  • Panitia UTBK-SNBT 2026 di Unesa berhasil mengungkap praktik perjokian dengan pemalsuan dokumen pada hari pertama ujian sesi pagi.
  • Pemeriksaan menunjukkan adanya ijazah dan identitas palsu yang digunakan peserta, memperkuat dugaan bahwa pelaku bukan pemilik sah dokumen tersebut.
  • Unesa berkoordinasi dengan panitia pusat dan kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini serta memperketat pengawasan demi menjaga integritas seleksi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Dugaan praktik kecurangan langsung terungkap pada hari pertama pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (21/4/2026). Panitia menemukan indikasi perjokian yang disertai pemalsuan dokumen dalam sesi pertama ujian.

Kasus ini terdeteksi dalam ujian sesi pagi pukul 06.45–10.30 WIB. Dengan sistem pengawasan berlapis, panitia mencurigai identitas salah satu peserta. Namun, alih-alih langsung menghentikan ujian, panitia tetap membiarkan peserta menyelesaikan tes sebelum diamankan untuk pemeriksaan lanjutan.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi menyatakan, pihaknya sejak awal telah memetakan potensi kecurangan, terutama pada program studi favorit seperti kedokteran yang dinilai rawan praktik curang.

“Kami sudah mengantisipasi sejak awal. Risiko kecurangan di program tertentu memang lebih tinggi, sehingga pengawasan kami perketat dan SOP dijalankan lebih detail,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada IDN Times.

Dari hasil pendalaman awal, dugaan kecurangan mengarah pada praktik perjokian dengan modus pemalsuan dokumen. Tim menemukan ketidaksesuaian pada ijazah yang digunakan peserta. Setelah dilakukan verifikasi ke sekolah asal, diperoleh salinan ijazah asli yang menunjukkan perbedaan mencolok pada bagian foto, meski nama yang tertera sama.

Tak hanya itu, identitas kependudukan yang digunakan peserta juga diduga palsu. Temuan ini memperkuat indikasi bahwa pelaku bukan pemilik sah dokumen yang digunakan saat ujian.

Unesa kemudian berkoordinasi dengan panitia pusat UTBK-SNBT serta aparat kepolisian untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk penegakan integritas dalam seleksi nasional yang berbasis kompetensi.

Martadi menegaskan, keberhasilan mendeteksi kasus ini justru menunjukkan sistem pengawasan berjalan efektif. Menurutnya, bahkan kecurangan dengan skema kompleks sekalipun kini dapat diidentifikasi. “Kecurangan sekecil apa pun bisa kami deteksi. Ini bukti bahwa sistem berjalan,” tegasnya.

Untuk menutup celah kecurangan, Unesa menerapkan prosedur ketat, mulai dari pemeriksaan identitas berlapis, pembatasan barang bawaan, pengamanan tas, hingga penggunaan sandal khusus guna mencegah penyelundupan perangkat ilegal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More