Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Autopsi ASN Tewas di Juanda: Ada Luka Benda Tumpul dan Tanda Asfiksia
Ketua Tim Humas Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini. Dok. Istimewa.
  • Hasil autopsi ASN RYS menunjukkan luka akibat benda tumpul di cuping telinga kiri serta tanda-tanda asfiksia yang umum ditemukan pada kasus mati lemas.
  • Tim forensik memperkirakan korban meninggal dua hingga tiga hari sebelum ditemukan di mobil area parkir Terminal 1 Bandara Juanda.
  • Pemeriksaan memastikan korban tidak hamil dan tidak ditemukan sperma, sementara sampel organ telah dikirim ke Labfor Polda Jatim untuk uji toksikologi lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sidoarjo, IDN Times - Hasil autopsi sementara terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (50), yang ditemukan meninggal di dalam mobil di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, mengungkap sejumlah temuan penting.

Tim forensik menemukan luka akibat benturan benda tumpul serta tanda-tanda yang lazim dijumpai pada kasus kematian akibat mati lemas atau asfiksia.

Ketua Tim Humas Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini mengatakan, pada pemeriksaan luar ditemukan luka robek di cuping telinga kiri korban yang disebabkan kekerasan benda tumpul. "Ditemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul," ujarnya, Kamis (26/6/2026).

Selain itu, tim dokter forensik menemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata serta kebiruan pada selaput lendir bibir atas dan bawah. "Kelainan ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia," kata Ni Made.

Pada pemeriksaan organ dalam, tim forensik juga mendapati lidah, epiglotis dan saluran napas bagian atas berwarna merah kehitaman. Kondisi serupa ditemukan pada dinding lambung korban. Sementara itu, pembusukan telah terjadi pada seluruh organ tubuh sehingga menyulitkan penentuan penyebab kematian secara langsung.

Berdasarkan hasil autopsi, korban diperkirakan telah meninggal lebih dari dua kali 24 jam atau sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan di dalam mobil yang terparkir di Bandara Juanda.

Meski ditemukan luka akibat benda tumpul, tim forensik belum dapat menyimpulkan bagaimana mekanisme terjadinya kekerasan tersebut. "Kami hanya menemukan luka robek pada cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul. Mengenai bagaimana terjadinya kekerasan itu belum bisa kami sampaikan," jelas Ni Made.

Tim dokter juga meluruskan dugaan awal mengenai kondisi perut korban yang tampak membesar. Setelah dilakukan pemeriksaan internal, dipastikan korban tidak sedang hamil. "Terkait dugaan perut membesar, setelah dilakukan pemeriksaan dalam ternyata korban dinyatakan tidak hamil," katanya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan swab vagina menunjukkan tidak ditemukan sperma. Untuk memastikan penyebab kematian, tim forensik telah mengambil sampel ginjal kanan dan kiri, lambung beserta isinya, serta kuku telunjuk kanan dan kiri untuk menjalani uji toksikologi di Laboratorium Forensik Polda Jatim.

"Hasil toksikologi masih kami tunggu. Sampel sudah dikirim ke Laboratorium Forensik dan diperkirakan hasilnya keluar sekitar satu minggu," pungkas Ni Made.

Editorial Team

Related Article