Surabaya, IDN Times - Kematian Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, RYS (51), yang ditemukan tewas di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda mulai mengarah pada dugaan baru. Kuasa hukum keluarga korban menduga RYS menjadi korban penipuan bermodus asmara atau love scam.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya mengatakan, dugaan tersebut muncul setelah pihak keluarga menelusuri pola komunikasi korban sebelum ditemukan meninggal dunia. "Kalau korban ini ya, mungkin ya, penipuan modusnya love scam itu," kata Risang saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).
Risang menyebut hingga kini keluarga masih menunggu perkembangan penyidikan melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Menurutnya, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pria yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
"Perkembangannya ya dari SP2HP yang dikirimkan oleh polisi ke keluarga, pelakunya masih dalam pencarian," katanya.
Risang mengungkapkan, terduga pelaku yang disebut berinisial E sempat terlacak berada di wilayah Jawa Tengah. Namun, keberadaannya disebut terus berpindah-pindah sehingga menyulitkan proses pengejaran.
"Iya, sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah. Tapi ini berpindah-pindah. Pelaku ini kan alamatnya tidak ada di alamat rumahnya," ungkapnya.
Menurut Risang, identitas E mulai terungkap setelah keluarga menelusuri unggahan media sosial korban. Dari sana diketahui korban dan E sempat bepergian bersama ke kawasan Malang dan Batu beberapa hari sebelum RYS ditemukan meninggal di dalam mobil dinasnya pada Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga, E disebut merupakan pria asal Sulawesi Selatan yang pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Namun, Risang mengaku belum dapat memastikan seluruh identitas tersebut karena terduga pelaku kerap berpindah domisili antara Jawa Timur dan Jawa Tengah.
"Nah, dia itu pindah-pindah, Jatim, Jateng, loncat-loncat itu," katanya.
Tak hanya itu, E juga diduga memiliki rekam jejak dalam sejumlah kasus penipuan dengan berbagai modus, mulai dari proyek, properti hingga transaksi jual beli. "Penipuan semua, ya properti, proyek, jual-beli. Kalau korban ini ya mungkin penipuan modusnya love scam itu," ucap Risang.
Meski demikian, pihak keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti awal perkenalan antara korban dan terduga pelaku. Dugaan sementara, keduanya bertemu melalui pembicaraan terkait proyek.
"Nah, harus ditangkap dulu E-nya itu. Karena keluarga enggak kenal itu dengan E," tegasnya.
Sementara itu, Polda Jatim, memastikan terus memburu terduga pelaku. Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, pihaknya memberikan dukungan penuh kepada Polresta Sidoarjo dalam mengungkap kasus tersebut.
"Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi anggota menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota," kata Jumhur.
Ia menyebut salah satu tim bergerak melakukan pengejaran ke wilayah barat. Namun polisi belum mengungkap lokasi detail demi kepentingan penyidikan. "Iya arah barat. Nanti kita akan beritahu lagi kalau hasil ya," pungkasnya.
