Surabaya, IDN Times - Nasi kotak dari vendor catering asal Sidoarjo diduga jadi penyebab ratusan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) mengalami keracunan pada Senin (28/9/2025). Kegiatan Pra-pendidikan (Pradik) dilaksanakan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya, Prof Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan, selama delapan tahun pelaksanaan Pra-pendidikan (Pradik), konsumsi bukan berasal dari dapur gizi RSUD Dr. Soetomo. Penyediaan konsumsi selama ini melalui FK Unair.
"(Makanan dari vendor) Sidoarjo, (wilayah) Buduran. Infonya kemarin waktu Dinas Kesehatan kan ke mari, bersama teman-teman dari FK," ujar Prof Cita saat konferensi pers di RSDS, Selasa (29/9/2026).
Prof Cita menjelaskan, di dalam kotak yang diduga menjadi penyebab keracunan massal itu terdapat menu berupa nasi, daging rendang, telur rebus dan sayur acar. Peserta PPDS yang tidak memakan daging, tidak mengalami gejala mual.
"(Ada dugaan basi atau tidak) Nah itu saya juga enggak ada di situ ya. Jadi kita semua yang ada di sini enggak ada di situ, tetapi kita menunggu. Dari PPDS-nya enggak melaporkan, cuma teman-teman yang makan telur dan sayur kok aman gitu ya," ucapnya.
Pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti keracunan massal. Saat ini sampel makanan telah dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian.
"Tentu saja nanti kalau hasil laboratorium sudah keluar, kami akan berkoordinasi dari Humas maupun dari FK dengan pimpinan universitas juga tentang tindak lanjutnya. Tapi sementara kami idak bisa gegabah dalam hal ini. Kami sepenuhnya menunggu laporan dari lembaga penguji," terang dia.
Sementara itu, Kordinator media dan Branding Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) Unair mengatakan, FK Unair telah beberapa kali memesan makanan di vendor tersebut . Namun, baru kali ini terjadi keracunan.
"Kami pastikan bahwa makanan bukan berasal dari FK Unair sebagai institusi, tetapi dari penyedia pihak luar," ujar Gesang.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 172 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) dan enam pegawai diduga mengalami keracunan makanan saat kegiatan Pra-pendidikan (Pradik) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Senin (28/9/2026).
Dari total 289 peserta yang mengikuti kegiatan di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT) lantai 7 tersebut, ratusan peserta mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, dan pusing.
Dugaan sementara, gangguan kesehatan itu berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi peserta selama kegiatan.
