Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Armuji Tegaskan Pilwali Surabaya 2029 Tak Boleh Diwarnai Nepotisme
Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Armuji saat wawancara khusus (Wansus) dengan IDN Times. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji menegaskan Pilwali Surabaya 2029 tidak boleh diwarnai nepotisme karena dinilai dapat mencederai citra partai.

  • Armuji menyebut calon wali kota belum terlihat dari PDIP; figur nonpartai dapat dipertimbangkan bila kompeten dan berkomitmen, dengan penentuan melalui survei.

  • PDIP Surabaya terus berkonsolidasi serta menyerap aspirasi warga, sementara kader diingatkan tetap rendah hati dan tidak mengabaikan masyarakat setelah menjabat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Surabaya 2029, memang masih sangat jauh. Meski begitu, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Armuji memastikan partai tak akan membiarkan adanya nepotisme di Pilwali Surabaya

Armuji menangkap bahwa di Surabaya mulai ada pihak-pihak yang menyiapkan mesin untuk Pilwali mendatang. Tetapi dia menegaskan bahwa pemilih Surabaya adalah pemilih realistis.

"Yo gak popo disiapno, apa warga Surabaya gampang dibodohi seperti itu, apakah pernah ada di Surabaya terjadi nepotisme seperti itu, ini Suroboyo loh, opo gak tambah gampang ngancurno ah,"

Ia menegaskan bahwa, tak boleh ada nepotisme di Surabaya. Sebab, hal itu akan mencederai citra partai.

"Opo partai pengin bunuh diri, opo Jokowi kedua dibaleni (apa Jokowi kedua mau diulangi)," ungkap dia.

Armuji menyebut, belum terlihat ada sosok berpotensi untuk maju dari PDIP. Tetapi, tak mengapa bila Pilwali Surabaya nantinya berasal dari non partai, asalkan memiliki kompetensi untuk memimpin Surabaya.

"Gak ero (siapa sosok calon wali kota Surabaya) tergantung surveine metune sopo engkok (tergantung survei, yanh keluae siapa), kan pakai metode nanti, yo gak popo, (gak dari partai) yang penting memiliki komitmen terhadap partai, ojo partai jadi kendaraan sesaat tok ae," sebutnya.

Pihaknya pun terus bekerja keras agar Surabaya tetap menjadi kandang banteng. Salah satunya, melalukan konsolidasi dan turun ke masyarakat.

"Kita konsolidasi terus, turun ke masyarakat, mau melihat, mau merespon apa yanh menjadi kehendak masyarakat, itu aja kuncinya," ujar dia.

Armuji pub berpesan kepada kadernya agar ketika sudah dipilih rakyat untuk tidak tinggi hati. Sebab, kebanyakan para pejabat sering kali mengabaikan rakyat ketika mereka sudah memiliki jabatan.

"Lalu ditelpon sulit, tamunya disuruh nunggu lama, padahal ada, karakter seperti itu gak boleh, itu gaya ndoro," ungkap Armuji.

Curated For You

Editorial Team

Related Article

Bebas Bersarat Bechi Dicabut!08 Oct 2026, 17:28 WIB