Antisipasi Corona, Pemkot Batu Libatkan RT/RW untuk Mendata Pendatang

1. Berpotensi bawa virus corona

Saat ini pengawasan terhadap masayarakat yang mudik terus ditingkatkan. Terutama mereka yang datang dari zona merah.
"Kami akan libatkan RT dan RW untuk mendata dan melaporkan siapa saja di wilayah mereka yang baru tiba dari luar kota," ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Batu M Chori, Rabu (1/4).
2. Lakukan cek kesehatan pada pendatang

Setelah dilakukan pendataan, maka para perantau yang baru kembali ke Kota Batu akan dicek kesehatannya. Setelah itu mereka diminta untuk isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari.
"Belum tentu memang yang bersangkutan sakit. Tetapi bisa saja memang tidak ada gejala. Maka agar semua aman, orang yang baru datang di Kota Batu ini melakukan isolasi mandiri," tambahnya.
3. Sudah lakukan tracing pada pasien positif

Sementara itu, untuk satu pasien yang dinyatakan positif COVID-19 saat ini sudah dilakukan tracing. Terutama kepada orang-orang terdekat dari pasien bersangkutan. Setelah itu juga dilakukan sterilisasi untuk memastikan semua kembali baik.
"Hasil tracing sudah dilakukan kepada keluarga terdekat pasien dinyatakan negatif. Alhamdulillah, hasilnya negatif," sambungnya.
4. Perketat pengawasan pada pendatang

Terlepas dari itu, Pemkot Batu memastikan akan memperketat pengawasan terhadap pendatang. Bahkan, Pemkot Batu mewacanakan untuk membuat tempat untuk isolasi mandiri. Hal itu agar mempermudah dalam monitoring selama isolasi.
"Ini memang menjadi perhatian kami. Semakin banyak yang masuk, semakin tinggi potensi pemaparan. Oleh sebab itu, setiap RT/RW untuk melaporkan semua tamu yang masuk," pungkas Chori.
















