Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alarm Orang Tua! 13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata

Alarm Orang Tua! 13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata
ilustrasi sakit mata (pixabay.com/agnesliinnea)
Intinya Sih
  • Lebih dari 13 ribu pelajar di Magetan, atau sekitar 24 persen dari total 57 ribu siswa yang disaring, terdeteksi mengalami gangguan penglihatan sepanjang tahun 2025.
  • Dinas Kesehatan Magetan menyebut gangguan visus dan refraksi menjadi kasus terbanyak, membuat banyak siswa membutuhkan kacamata agar proses belajar tetap optimal.
  • Kebiasaan penggunaan gadget berlebihan diduga memperparah kondisi ini, sehingga orang tua diminta mengawasi durasi layar dan rutin memeriksakan mata anak sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Magetan, IDN Times – Kabar mengkhawatirkan datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sebanyak 13 ribu lebih pelajar dari jenjang SD hingga SMA diketahui mengalami gangguan kesehatan mata. Temuan ini terungkap dari hasil skrining kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan sepanjang tahun 2025.

Dari sekitar 57 ribu pelajar yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 24 persen atau lebih dari 13 ribu anak terdeteksi mengalami gangguan penglihatan. Kondisi tersebut membuat sebagian besar siswa membutuhkan alat bantu berupa kacamata untuk mendukung aktivitas belajar mereka.

Ilustrasi pria sakit mata di tempat gelap (freepik.com/pikisuperstar)
Ilustrasi pria sakit mata di tempat gelap (freepik.com/pikisuperstar)

Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rohmat Hidayat, mengatakan angka tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mata pada anak usia sekolah sudah menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

"Dari sekitar 57 ribu anak yang sudah kami lakukan skrining, yang mengalami gangguan mata sekitar 13 ribuan. Jadi kurang lebih 24 persen anak usia sekolah mengalami gangguan mata," ujar Rohmat, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, hasil skrining tersebut menunjukkan bahwa hampir satu dari empat pelajar di Magetan mengalami masalah pada indera penglihatannya. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses belajar di sekolah.

ilustrasi sakit mata (pixabay.com/agnesliinnea)
ilustrasi sakit mata (pixabay.com/agnesliinnea)

Rohmat menjelaskan, jenis gangguan yang paling banyak ditemukan adalah gangguan visus atau penurunan ketajaman penglihatan. Anak-anak yang mengalami kondisi ini umumnya kesulitan melihat objek pada jarak tertentu sehingga membutuhkan koreksi menggunakan kacamata.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Dinkes, mayoritas kasus berkaitan dengan gangguan refraksi mata yang menyebabkan kemampuan melihat menjadi tidak optimal.

"Kalau di tingkat sekolah, yang paling sering kami jumpai adalah gangguan visus atau jarak pandang. Dari hasil pemeriksaan yang sudah berjalan, sebagian besar tindak lanjutnya memang perlu koreksi dengan kacamata," jelasnya.

Ilustrasi gadget (pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi gadget (pexels.com/Pixabay)

Dinkes Magetan menduga kebiasaan menggunakan gadget dalam waktu lama menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka gangguan penglihatan pada pelajar. Paparan layar ponsel, tablet, maupun perangkat elektronik lainnya secara terus-menerus dinilai dapat memengaruhi kesehatan mata anak.

Meski demikian, Rohmat menegaskan bahwa faktor keturunan juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan mata seseorang. Namun penggunaan gawai yang tidak terkontrol tetap menjadi perhatian serius karena semakin banyak ditemukan pada anak usia sekolah.

Karena itu, Dinkes mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi penggunaan gadget serta rutin memeriksakan kesehatan mata anak sejak dini.

"Yang terpenting adalah membatasi penggunaan gadget secara berlebihan dan melakukan pemeriksaan mata secara berkala agar gangguan penglihatan bisa segera diketahui dan ditangani," pungkas Rohmat.

Tingginya angka gangguan mata di kalangan pelajar Magetan ini menjadi alarm bagi para orang tua. Di tengah pesatnya penggunaan teknologi digital, menjaga kesehatan mata anak kini menjadi tantangan yang tak kalah penting demi mendukung tumbuh kembang dan prestasi belajar merek

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
IDN Times Hyperlocal
EditorIDN Times Hyperlocal

Latest News Jawa Timur

See More