Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
71.744 Satuan Pendidikan Direvitalisasi pada 2027, Jatim Usul 172
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat di Surabaya. Dok. Dindik Jatim.
  • Pemerintah menargetkan 71.744 satuan pendidikan direvitalisasi pada 2027, dengan potensi tambahan sekitar 6.000 sekolah, terutama yang terdampak bencana, berada di wilayah 3T, atau rusak berat.

  • Pelaksanaan revitalisasi 2027 tetap memakai mekanisme swakelola oleh sekolah. Kepala daerah dan dinas pendidikan diminta mendampingi pengusulan, penggunaan anggaran, serta pengerjaan fisik sesuai ketentuan.

  • Jawa Timur mengusulkan 172 sekolah untuk revitalisasi 2027, terdiri dari 100 SMK, 24 SMA, dan 48 SLB, dengan prioritas sekolah pelosok serta bangunan yang rusak berat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun lalu

Program revitalisasi dijalankan melalui mekanisme swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan.

2026

Jatim menerima 673 program revitalisasi satuan pendidikan, terdiri dari 324 untuk SMA, 208 untuk SMK, dan 141 untuk SLB.

tahun ini

Sekolah berstatus rusak berat kembali mendapat kuota untuk mengajukan revitalisasi ke kementerian. Pemerintah juga menginstruksikan agar tidak ada lagi sekolah rusak berat; sekolah yang belum menerima program pada 2026 akan diprioritaskan pada 2027.

2027

Pemerintah menargetkan 71.744 satuan pendidikan menerima Program Revitalisasi, dengan potensi tambahan sekitar 6.000 sekolah. Jatim mengusulkan 172 satuan pendidikan, terdiri dari 100 SMK, 24 SMA, dan 48 SLB; sekolah terdampak bencana, berada di daerah 3T, dan rusak berat menjadi prioritas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah menargetkan 71.744 satuan pendidikan menerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada 2027, dengan potensi tambahan sekitar 6.000 sekolah. Jawa Timur mengusulkan 172 satuan pendidikan.
  • Who?
    Kemendikdasmen, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Dinas Pendidikan Jawa Timur yang dipimpin Aries Agung Paewai, serta satuan pendidikan pengusul terlibat dalam program ini.
  • Where?
    Program berlangsung secara nasional, dengan prioritas sekolah terdampak bencana, wilayah 3T, dan rusak berat. Di Jawa Timur, usulan mencakup sekolah di wilayah pelosok yang belum menerima anggaran revitalisasi.
  • When?
    Program revitalisasi ditargetkan berjalan pada 2027. Jawa Timur menerima 673 program revitalisasi pada 2026 dan mengajukan 172 satuan pendidikan untuk program 2027.
  • Why?
    Revitalisasi dilakukan untuk menangani sekolah rusak berat, sekolah terdampak bencana, dan sekolah di wilayah 3T, termasuk ruang kelas yang tidak dapat digunakan serta tidak dapat diperbaiki dengan dana BOS terbatas.
  • How?
    Setiap satuan pendidikan mengajukan data kondisi sekolah, kemudian Dinas Pendidikan melakukan asesmen berdasarkan skala prioritas. Pelaksanaan revitalisasi tetap menggunakan mekanisme swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah mau memperbaiki 71.744 sekolah pada tahun 2027. Sekolah yang rusak berat, kena bencana, atau jauh akan didahulukan. Pak Abdul Mu'ti bilang sekolah mengurus perbaikannya sendiri. Jawa Timur mengusulkan 172 sekolah, seperti SMK, SMA, dan SLB. Sekarang dinas memilih sekolah pelosok yang paling butuh diperbaiki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Target revitalisasi 2027 menunjukkan perhatian yang semakin terarah pada sekolah dengan kebutuhan paling mendesak, termasuk wilayah pelosok, daerah 3T, dan satuan pendidikan terdampak bencana. Mekanisme swakelola serta pendampingan pemerintah daerah membuka ruang bagi sekolah untuk terlibat langsung, sementara usulan Jawa Timur mencerminkan pemetaan kebutuhan yang dilakukan berdasarkan asesmen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Pemerintah menargetkan 71.744 satuan pendidikan menerima manfaat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada 2027. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga sekitar 6.000 satuan pendidikan, terutama untuk sekolah terdampak bencana, berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mengalami kerusakan berat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan tiga kondisi tersebut tetap menjadi skala prioritas pemerintah dalam menentukan sekolah penerima program revitalisasi.

“Tahun 2027 prioritas kami juga tetap sama. Jadi sekolah-sekolah yang kami prioritaskan adalah sekolah yang terdampak bencana, sekolah yang di daerah 3T, dan sekolah yang rusak berat. Jadi kalau ada pengusul yang tidak sesuai ini mungkin bisa nanti-nanti dulu,” ujarnya saat di Surabaya.

Mu'ti menegaskan, mekanisme pelaksanaan program pada 2027 tidak mengalami perubahan. Revitalisasi tetap dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan.

“Mekanisme (revitalisasi) tetap sama dengan tahun lalu. Jadi swakelola masing-masing satuan pendidikan, tidak ada perubahan,” katanya.

Besarnya cakupan program membuat pemerintah daerah diminta tidak berhenti pada tahap koordinasi. Kepala daerah dan kepala dinas pendidikan diharapkan ikut mendampingi sekolah sejak proses pengusulan hingga pelaksanaan, termasuk memastikan penggunaan anggaran dan pengerjaan fisik sesuai ketentuan.

“Kami mengharapkan para Kepala Dinas dan Kepala Daerah dapat memberikan dukungan dan mendampingi serta memastikan bahwa program revitalisasi terlaksana dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai oknum tertentu membuat program tidak dilaksanakan sebagaimana peraturan yang berlaku,” tegas Mu'ti.

Data Kemendikdasmen disebutkan, pemerintah menargetkan perluasan Program Revitalisasi hingga 100.000 satuan pendidikan pada 2027. Dengan perluasan tersebut, jumlah satuan pendidikan yang telah mendapatkan revitalisasi secara kumulatif diharapkan mendekati 200.000 sekolah.

Mu'ti mengatakan perluasan program tersebut diarahkan agar manfaat revitalisasi dapat menjangkau lebih banyak sekolah, terutama satuan pendidikan yang kondisinya membutuhkan penanganan segera.

Di Jatim, kebutuhan revitalisasi juga masih cukup besar. Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan pada 2026 terdapat 673 program revitalisasi satuan pendidikan yang diterima Jatim. Dari jumlah tersebut, sebanyak 324 program dialokasikan untuk satuan pendidikan SMA, 208 program untuk SMK, dan 141 program untuk SLB.

Aries mengatakan angka tersebut merupakan hasil asesmen yang dilakukan tim Dindik Jatim berdasarkan skala prioritas. Sebelum asesmen lapangan dilakukan, sekolah terlebih dahulu mengirimkan data dan mengusulkan kondisi satuan pendidikan masing-masing.

“Jumlah ini merupakan hasil asesmen dari tim Dinas Pendidikan sesuai dengan skala prioritas. Namun sebelum asesmen ke lokasi, kepala sekolah mengirimkan data terlebih dahulu sebagai pengusul dan melaporkan kondisi sekolahnya,” kata Aries.

Untuk program revitalisasi 2027, Jatim mengusulkan 172 satuan pendidikan. Usulan tersebut terdiri atas 100 SMK, 24 SMA, dan 48 SLB. Menurut Aries, usulan tersebut diajukan setelah ditemukan sejumlah sekolah dengan kondisi fisik yang membutuhkan penanganan serius. Bahkan, terdapat ruang kelas yang sudah tidak dapat digunakan sehingga pembangunan ruang baru menjadi kebutuhan.

“Kalau ini dibangun sekolah melalui dana BOS kan ndak cukup. Karena BOS terbatas, karena itu diajukan melalui program revitalisasi,” katanya.

Aries mengatakan Dindik Jatim akan memprioritaskan sekolah yang berada di wilayah pelosok dan belum tersentuh anggaran revitalisasi. Langkah tersebut sekaligus menyesuaikan arah kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan sekolah rusak berat sebagai salah satu sasaran utama.

“Dan kami prioritaskan pengusulan untuk sekolah yang berada di pelosok dan belum tersentuh anggaran revitalisasi,” katanya.

Ia menyebut masih terdapat sekolah di Jawa Timur dengan kondisi rusak berat yang belum mendapatkan alokasi revitalisasi. Sekolah-sekolah tersebut masih memiliki kesempatan untuk kembali mengajukan usulan pada program berikutnya.

“Alhamdulillah, tahun ini ada kuota lagi yang sesegera mungkin sekolah yang status rusak berat bisa mengajukan lagi ke kementerian. Mudah-mudahan masih bisa dapat sekolah yang membutuhkan perbaikan. Tapi ini juga tergantung skala prioritas yang diutamakan,” kata Aries.

Pengusulan 172 sekolah pada 2027 menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan sarana pendidikan yang belum tersentuh program revitalisasi. Dari jumlah itu, 58 persen merupakan SMK, dengan 100 sekolah, sementara SMA mencapai sekitar 14 persen dan SLB sekitar 28 persen.

Aries menegaskan, revitalisasi menjadi penting karena kerusakan berat tidak selalu dapat ditangani menggunakan anggaran operasional sekolah. “Tahun ini memang Presiden melalui Kemendikdasmen menginstruksikan tidak boleh lagi ada sekolah rusak berat. Jika di tahun 2026 tidak dapat (program revitalisasi), maka tahun 2027 akan diprioritaskan,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article