59 Jemaah Tertipu, Kemenag Tegaskan Tak Ada Percepatan Haji

1. Sistem keberangkatan haji di Kemenag terpadu

Jamal mengatakan, pada sistem keberangkatan haji di Kemenag Jatim tak mungkin bisa melayani percepatan semacam itu. Karena, segala sesuatunya sudah diatur dalam Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).
"Sistem kita sudah canggih, sekarang Siskohat itu sudah gak bisa dibuat main-main, aturannya sangat ketat, jangankan ada orang mau masuk tanpa daftar, wong nama salah satu huruf saja kelihatan," ujarnya, Selasa (6/8).
2. Tidak ada oknum Kemenag Jatim terlibat penipuan

Jamal menegaskan tidak ada oknum Kemenag Kanwil Jatim yang terlibat praktik penipuan haji. Dia kembali menekankan, seluruh sistem juga telah terintegrasi dengan pusat. Diduga, praktik tersebut hanyalah akal-akalan orang diluar Kemenag yang tak bertanggungjawab.
"Itu kan ulahnya mereka, modus, orang Kemenag siapa? ya gak mungkin lah, kalau ada orang Kemenag (terlibat) itu bodoh, dan bunuh diri," kata Jamal.
3. Program percepatan haji tidak ada

Ditanya soal program percepatan keberangkatan calon jemaah haji, Jamal menegaskan tidak ada. Kalau pun ada, hanya berlaku untuk jemaah lansia dan jemaah ahli waris atau pengganti. Itupun juga diiringi dengan syarat dan aturan yang ketat.
"Antreannya panjang itu mas, harus sesuai antrian, kemudian ada lansia, atau pengganti orang wafat, keluarganya, ahli warisnya, itu kan sudah tersistem semua. Jadi ndak ada percepatan semacam itu," jelas Jamal.
4. Sayangkan CJH ambil jalan pintas

Jamal kembali menyayangkan, sikap jemaah yang mengambil jalan pintas dan tidak mau mengantre sesuai dengan giliran tahun keberangkatannya tersebut. Seharusnya, jika mendapatkan tawaran semacam itu, jemaah harusnya segera melaporkan hal itu ke Kemenag.
"Menyedihkan itu ya, menyedihkan kenapa kok masih ada jemaah yang sepeti itu, mbok ya tanya ke Kemenag kan yo enak gitu ya. Pas daftar kan sudah dikasih tahu porsinya bapak ibu sekian, insyaallah (berangkat) sekitar tahun sekian, kan gitu ya, kenapa itu sangat disayangkan dan menyedihkan," pungkasnya.



















