Lebih dari 6 Juta Siswa Jatim Sekolah Daring, Ini Dua Kendala Utama

Mahalnya data internet menjadi salah satu kendala

Madiun, IDN Times – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar di tengah pandemik COVID-19 ada dua hal. Pertama, pemilihan metode pembelajaran secara daring yang efektif bagi 6 juta lebih siswa.

“Setelah dievaluasi, maka pilihannya melalui video conference, video yang diunggah di medsos, learnig management system yang dapat diunduh melalui jaringan internet,” kata Wahid di SMA Negeri 2 Mejayan, Kabupaten Madiun, Jumat (18/9/2020).

Untuk mengaplikasikan metode pembelajaran itu, ia melanjutkan, pihak Dinas Pendidikan Jawa Timur telah memberikan bimbingan kepada para guru jenjang SMA, SMK, dan SLB. Dengan demikian, kegiatan belajar secara virtual dapat berlangsung.

1. Problem kedua adalah harga paket data

Lebih dari 6 Juta Siswa Jatim Sekolah Daring, Ini Dua Kendala UtamaSeorang guru SMPN 1 Mejayan, Kabupaten Madiun sedang memandu pelaksanaan MPLS secara daring, Senin (13/7). IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Selain itu, Wahid mengungkapkan mahalnya harga beli kuota data internet menjadi problem kedua dalam penerapan pembelajaran secara virtual. Sebagian siswa menurut dia tidak dapat membeli pulsa data internet lantaran kondisi perekonomian orangtua terdampak pandemik COVID-19.

Solusianya, pihak sekolah berinisiatif menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah untuk memberi bantuan pulsa internet. Selain itu, sejumlah operator seluler juga membagikan sim card secara gratis kepads siswa dan tenaga pendidik.

“Terkait dengan mahalnya data internet, alhamdulillah provider-provider memberikan bantuan kepada siswa. Beberapa waktu lalu, Telkomsel memberikan lebih dari 1,42 juta SIM card kepada siswa dan guru,” Wahid menjelaskan.

2. Sekaligus tantangan menghadapi era 4.0

Lebih dari 6 Juta Siswa Jatim Sekolah Daring, Ini Dua Kendala UtamaGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sim card berisi data internet kepada perwakilan siswa secara simbolis di SMAN 2 Mejayan, Kabupaten Madiun, Jumat (18/9/2020). IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Selain itu, provider XL Axiata juga menyalurkan 1,3 juta paket data gratis kepada para siswa di Jawa Timur. Juga, 100 ribu sim card bagi tenaga kependidikan jenjang SMA SMK, dan SLB. Secara simbolis, bantuan itu diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada perwakilan siswa di SMA Negeri 2 Mejayan, Jumat (18/9/2020).

Dalam sambutannya, Khofifah menyatakan bahwa pandemik COVID-19 yang berlangsung tetap harus dihadapi. Di dunia pendidikan, misalnya, kegiatan pembelajaran yang sebelumnya secara tatap muka berubah secara daring.

“Ini adalah ikhtiar bersama sebagai awal menuju era 4.0 di mana pelajar akan disiapkan pada up-date teknologi di masa depan,” ujar Khofifah.

3. Kurangi beban ekonomi siswa di tengah pandemik COVID-19

Lebih dari 6 Juta Siswa Jatim Sekolah Daring, Ini Dua Kendala UtamaSuasana belajar di Rumah Edukasi Kaki Langit di Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)

Sementara itu, Group Head XL Axiata East Region, Bambang Parikesit menyatakan bahwa paket kuota data internet gratis yang dibagikan dapat langsung digunakan para siswa maupun tenaga kependidikan. Adapun besaran yang diberikan sebanyak 30 GB.

“Dengan bantuan ini, kami berharap beban sebagian pelajar dan orang tuanya menjadi lebih ringan. Begitu juga dengan para guru dan tenaga kependidikan,” ujar Bambang.

Baca Juga: Di Madiun, Khofifah Luncurkan Tim Penegak Disiplin Protokol Kesehatan 

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya