Comscore Tracker

Lagi, Dokter di Surabaya Gugur Akibat COVID-19

Semoga ini menjadi yang terakhir

Surabaya, IDN Times - Seorang dokter di Kota Surabaya kembali dilaporkan meninggal dunia akibat COVID-19, Selasa (30/6). Adalah dr. Arief Basuki yang sehari-hari bertugas sebagai dokter anestesi di Rumah Sakit (RS) Haji, Surabaya yang gugur saat bertugas.

"Iya (dr. Arief meninggal), semua dokter anestesi menangani pasien COVID-19. Dokter intensive care dia," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, dr. Brahmana ketika dihubungi IDN Times.

1. Sempat dirawat di RSUD dr. Soetomo

Lagi, Dokter di Surabaya Gugur Akibat COVID-19Dokumentasi IDI Surabaya

Sebelum meninggal dunia, dr. Arief memang mengalami gejala terjangkit virus SARS CoV-2. Dia pun menjalani perawatan lebih dari satu pekan di RSUD dr. Soetomo, Surabaya. Namun, kondisinya memburuk pada Selasa (30/6). Dia dilaporkan meninggal pukul 17.25 WIB.

"Kira-kira (dirawat) seminggu lebih (di RSUD dr. Soetomo)," kata Brahmana.

2. Menjadi dokter yang kesepuluh meninggal dunia akibat COVID-19 di Jatim

Lagi, Dokter di Surabaya Gugur Akibat COVID-19Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Meninggalnya tenaga kesehatan (nakes) yang menimpa dr. Arief ini diharapkan oleh dr. Brahmana menjadi yang terakhir. Berdasarkan catatan IDN Times, dr. Arief menjadi dokter yang kesepuluh meninggal dunia akibat infeksi virus corona di Jawa Timur (Jatim)

"Mudah-mudahan ini yang terakhir. Sehingga tidak ada tenaga dokter maupun tenaga kesehatan yang meninggal (akibat COVID-19," ucapnya.

Baca Juga: Daftar Perawat di Jatim yang Gugur karena COVID-19

3. Berharap masyarakat patuh protokol kesehatan

Lagi, Dokter di Surabaya Gugur Akibat COVID-19Ilustrasi jenazah (IDN Times/Sukma Shakti)

Tak lupa bela sungkawa mendalam disampaikan oleh Brahmana kepada para rekannya yang ikut berjuang di tengah medan pandemik. Dia tak henti-hentinya berharap kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

"Kalau protokol kesehatan dijalani betul masyarakat, pasien tidak meluber, rumah sakit tidak overload. Sehingga paparan tidak makin besar," dia menambahkan.

Baca Juga: Daftar Dokter di Jatim yang Gugur karena COVID-19

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya