Terungkap! Remaja di Madiun Tewas Ditusuk, Ternyata Cekcok Usai Pesta Miras

- Bermula dari teguran di tengah pesta mirasKasus dimulai saat terduga pelaku menegur korban dengan nada menantang di tengah pesta miras.
- Sempat dilerai, keributan kembali pecahMeski sempat dilerai, keributan kembali pecah dan berujung pada penusukan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
- Polisi periksa enam saksiPolisi menduga pelaku hanya satu orang dan telah memeriksa enam saksi untuk memastikan tidak ada keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.
Kota Madiun, IDN Times – Kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan seorang remaja di Kota Madiun mulai menemui titik terang. Polisi mengungkap, peristiwa penusukan yang terjadi di Jalan Jolorante Nomor 8, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kamis (1/1/2026) dini hari, berawal dari cekcok singkat usai pesta minuman keras.
Korban diketahui bernama Verind Wibowo Putra (19), warga Jalan Nitinegoro, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Hingga kini, jasad korban masih menjalani proses autopsi di RSUD dr. Soedono Madiun untuk kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, polisi telah mengamankan MRA (16), terduga pelaku penusukan yang masih berstatus pelajar kelas X di salah satu SMK di Kota Madiun. Pelaku dan korban diketahui berasal dari wilayah yang sama.
1. Bermula dari teguran di tengah pesta miras

Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Agus Riadi, menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Rabu malam (31/12/2025) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, terduga pelaku bersama sejumlah rekannya tengah berkumpul dan menggelar pesta minuman keras.
Di tengah kegiatan tersebut, korban datang bersama temannya ke lokasi. Tanpa sebab yang jelas, terduga pelaku langsung menegur korban dengan nada menantang.
“Pelaku mengatakan, opo kowe dhisik enek masalah karo aku atau ‘apa kamu dulu ada masalah dengan saya’. Korban menjawab tidak ada,” ujar AKP Agus.
2. Sempat dilerai, keributan kembali pecah

Meski korban menegaskan tidak memiliki persoalan, suasana justru memanas. Adu mulut berubah menjadi aksi pemukulan antara keduanya. Beberapa teman korban sempat melerai dan memisahkan kedua belah pihak agar keributan tidak berlanjut.
Namun, situasi kembali tak terkendali. Keributan pecah untuk kedua kalinya hingga berujung pada peristiwa paling fatal.
“Sempat dipisah, tetapi tidak lama kemudian terjadi pemukulan lagi, hingga akhirnya terjadi penusukan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” imbuhnya.
Akibat luka tusuk yang diderita, nyawa Verind tak tertolong di lokasi kejadian.
3. Polisi periksa enam saksi

Polisi menduga pelaku penusukan hanya satu orang. Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan tidak ada keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Madiun Kota telah memeriksa enam orang saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Saksi yang diperiksa sampai saat ini ada enam orang. Semuanya kami mintai keterangan,” tegas AKP Agus.
Kasus ini masih terus didalami oleh kepolisian. Aparat menegaskan akan mengusut tuntas perkara tersebut, sekaligus menyoroti peran minuman keras sebagai salah satu pemicu terjadinya kekerasan yang merenggut nyawa remaja di awal tahun 2026 ini.















