Comscore Tracker

[BREAKING] Tambah 11 Kasus Positif COVID-19, Nganjuk Jadi Zona Merah

Ada perbedaan data antara pusat dengan Pemprov Jatim

Surabaya, IDN Times - Kasus positif COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) bertambah 10 pasien per Rabu petang (1/4). Kini, sudah ada 103 orang di Jatim yang dinyatakan positif COVID-19. Data tersebut merupakan versi Pemprov Jatim.

"Positif 10 orang, (total pasien positif) 103 orang," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

10 kasus tambahan itu tersebar 4 orang di Nganjuk; 3 orang di Surabaya; dan masing-masing satu orang di Sidoarjo, Kota Malang, dan Situbondo. Merujuk pada peta sebaran, Nganjuk menjadi daerah baru terjangkit virus. Kabupaten ini resmi masuk dalam zona merah.

Dari total pasien positif tersebut, Khofifah memastikan ada tambahan lima pasien sembuh. Total pasien sembuh COVID-19 di Jatim menjadi 22 orang. Lima pasien yang sembuh tersebut berasal dari Magetan.

"Yang sudah dinyatakan negatif atau sudah sembuh menjadi 22 orang. Alhamdulillah dari delapan pasien Magetan yang dirawat di (RSUD dr Soedono) Madiun, lima orang sudah sembuh," kata dia.

Meski begitu, per hari ini ada satu pasien di Jatim dinyatakan meninggal dunia. Pasien yang meninggal ini dari Surabaya. Sehingga, total pasien di Jatim yang meninggal akibat terinfeksi COVID-19 ada sembilan orang.

"Yang meninggal ada sembilan orang. Yang sembuh total 21 persen, meninggal 8,7 persen," ucap mantan menteri sosial tersebut.

Sementara itu, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) mengalami kenaikan. Semula 420 PDP sekarang menjadi 536 PDP. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP), dari 6.565 orang menjadi 7.328 orang

"Artinya tim tracing kita cukup detail untuk bisa identifikasi apakah ODP, apakah PDP," kata Khofifah.

Akan tetapi, data yang disampaikan Khofifah ada perbedaan jumlah dengan pemerintah pusat. Berdasarkan data pusat, ada tambahan 11 kasus, total ada 104 kasus positif di Jatim. Sedangkan pemprov merekap ada 103 kasus positif COVID-19.

"Data dari pusat, ada kesamaan nama sama yang pasien kemarin. Maka dari itu langsung di crosscheck. Pemprov juga bingung setelah mendapat data dari pusat, soalnya ada nama yang sama. Akhirnya, pemprov memilih data milik pemprov, jadi 10 orang," terang Tim Satgas COVID-19 dr Makhyan Jibril Al Farabi.

Baca Juga: 527 Napi di Jatim Dibebaskan di Tengah Wabah Virus Corona

Topic:

  • Dida Tenola

Berita Terkini Lainnya