TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Jadi Klaster COVID-19, Dua Kantor Pengadilan di Banyuwangi Ditutup

Upaya sterilisasi terus dilakukan

Kantor Pengadilan Negeri Banyuwangi ditutup sementara. IDN Times/Istimewa

Banyuwangi, IDN Times - Dua kantor pengadilan di Banyuwangi, yaitu Pengadilan Negeri (PN) dan Pengadilan Agama (PA) ditutup sementara. Penutupan itu menyusul adanya pegawai di kedua instansi itu yang terpapar COVID-19.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan, di PN Banyuwangi terdapat 9 orang pegawai yang terpapar COVID-19. Jumlah tersebut diketahui setelah dilakukan tracing sebanyak dua kali.

"Awalnya hanya 1 orang, kemudian kami tracing, hasilnya tambah 4 positif. Kemudian kami tracing ulang, dapat 4 lagi. Jadi total 9 (yang positif COVID-19)," kata Widji saat dihubungi IDN Times via telepon, Jumat (11/12/2020).

1. PN Banyuwangi ditutup hingga 18 Desember 2020

Kantor Pengadilan Negeri Banyuwangi ditutup sementara. IDN Times/Istimewa

Selama upaya tracing dan sterilisasi gedung, kantor PN Banyuwangi ditutup selama sepekan ke depan. Yakni mulai tanggal 10 hingga 18 Desember 2020.

"Mulai kemarin (Kamis) sudah ditutup, setelah kami sarankan untuk hentikan dulu kegiatan persidangan dan lain-lain untuk penyemprotan disinfektan. Dan ini sudah masuk klaster karena penularan lebih dari satu orang," katanya.

Baca Juga: 15 Tahanan Kasus Korupsi di Rutan Kejati Jatim Positif COVID-19

2. Seorang hakim PA Banyuwangi meninggal dunia

Ilustrasi hukum (IDN Times/Arief Rahmat)

PA Banyuwangi juga mengambil kebijakan serupa. Kantor PA ditutup menyusul adanya seorang hakim yang meninggal dunia usai terkonfirmasi positif COVID-19, Kamis (10/12/2020).

Widji mengatakan, dari kasus satu orang meninggal tersebut, pihaknya telah melakukan tracing dan ditemukan 4 orang lain di kantor pengadilan agama yang terpapar COVID-19.

"Pengadilan Agama, satu orang juga awalnya, sampai meninggal dirawat di RS rujukan COVID-19. Kami tracing, kami temukan ada 4 yang positif. Kemudian PA menghentikan (menutup sementara) kegiatannya langsung," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Pertama, Satu Dokter Meninggal Terpapar COVID-19 di Banyuwangi

Berita Terkini Lainnya