TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

PPKM Diperpanjang, Ini Kondisi Pandemik Terkini Jatim  

50 persen daerah level 2 dan 50 persen level 1

Ilustrasi PPKM Darurat. IDN Times/ istimewa

Surabaya, IDN Times - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Jawa-Bali diperpanjang sampai 3 Oktober 2021. Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa pun membeberkan kondisi terkini di wilayah setempat.

Baca Juga: 4.135 SMA/SMK di Jatim Sudah Gelar Pembelajaran Tatap Muka

1. 50 persen level 2, 50 persen level 1

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah di Pendopo Kabupaten Jombang. IDN Times/Zainul Arifin

Mantan Menteri Sosial (Mensos) itu menyampaikan, asesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa Jatim sudah keluar dari level 3 dan 4 per 19 September lalu. Saat ini ada sebanyak 19 kabupaten/kota berstatus level 2. Nah, 19 sisanya sudah level 1.

Adapun daerah level 2, Tulungagung, Trenggalek, Probolinggo, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Blitar, Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, dan Bangkalan.

Selanjutnya yang level 1 yaitu Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Magetan, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Batu, Kediri, Jombang, Jember, Gresik, dan Banyuwangi.

2. Tunjukkan tren baik di 6 parameter

Ilustrasi rumah sakit. IDN Times/Arief Rahmat

Asesmen yang dilakukan Kemenkes tersebut merujuk kepada enam parameter. Pertama, kasus konfirmasi. Nah, kasus konfirmasi Jatim berada pada level 1 dengan angka 6,38 per 100 ribu penduduk per minggu. Angka tersebut di bawah standar yang ditetapkan Kemenkes yaitu di bawah 20 per 100 ribu penduduk per minggu.

Kedua, rawat inap rumah sakit. Penilaian, rawat inap rumah sakit Jatim berada pada level 1 dengan angka 1,37 per 100 ribu penduduk per minggu di bawah standar Kemenkes yaitu di bawah 5 per 100 ribu penduduk per minggu. Ketiga, kematian. Tingkat kematian level 1 mencapai 0,42 per 100 ribu penduduk per minggu di bawah ketentuan Kemenkes  yaitu di bawah 1 per 100 ribu penduduk per minggu.

Keempat, testing. Untuk testing sendiri, jumlah tes PCR di Jatim sudah sesuai standar WHO di atas 40.479 test per minggu. Berdasarkan data.covid19.go.id per 19 September 2021, seminggu terakhir berada di angka 147.912 test per minggu. Sehingga positivity rate Jatim berada di angka 1,23 persen. Angka ini memenuhi standart WHO di bawah 5 persen per minggu

Kelima, tracing. untuk tracing Jatim mencapai 16,72 rasio kontak erat per kasus konfirmasi per minggu. Tacing rasio Jatim menembus standar Kemenkes, 15 kasus tracing per 1 kasus. Keenam, treatment. Dilihat dari tingkat ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS  11,83 persen per minggu. BOR di Jatim sudah di bawah standar WHO yaitu di bawah 60 persen

“Terimakasih para tracers,  swabers, babinsa dan babinkabtibmas, tim nakes dan rumah sakit yang telah bekerja keras dan masyarakat Jatim yang telah kooperatif dalam kegiatan testing, tracing, maupun treatment ini,” ujar Khofifah, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Masuk Kantor Pemprov Jatim Wajib Scan QR Code PeduliLindungi

Berita Terkini Lainnya