UMKM Sumbang 60 Persen PDRB Jatim, Pemprov Beri Subsidi Modal

- UMKM menyumbang 60% PDRB Jatim, dengan pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2025 sebesar 5 persen.
- Pemprov Jatim memberikan subsidi modal hingga 6 persen bagi UMKM yang mengambil KUR di Bank Jatim, serta akseleratif lainnya untuk mendukung UMKM naik kelas.
- Transformasi digital menjadi kunci peningkatan kelas UMKM, dengan pelibatan BI dan OJK dalam memberikan edukasi dan akses teknologi kepada para pelaku usaha.
Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus mendorong kualitas dan kuantitas UMKM. Karena sektor yang satu ini menjadi penyumbang Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar bagi Jatim.
Tercatat, UMKM menyumbangkan 60 persen PDRB Jatim. Berdasarksn data BPS Jatim, pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan I tahun 2025 yang mencapai 5 persen (year-on-year) dengan PDRB sebesar Rp819,30 triliun sebagai indikasi positif.
"Lebih dari 60 persen kontribusi PDRB ini berasal dari sektor UMKM. Maka, kalau kita bicara soal masa depan ekonomi Jawa Timur, ya kita bicara UMKM,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono saat KUKMbExpo ke-12 tahun 2025 di Atrium Royal Plaza Surabaya, Kamis (31/7/2025).
Pemprov Jatim, lanjut Adhy, telah mengembangkan berbagai program akseleratif untuk mendukung UMKM naik kelas. Di antaranya adalah pelatihan SDM, kemudahan akses pembiayaan, fasilitasi ekspor, hingga penguatan digitalisasi UMKM. Semua ini dirancang untuk memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi bertumbuh.
"Kalau UMKM ingin tumbuh, kita semua harus ikut mendorong dari berbagai sisi. Mulai dari pasar, modal, pendampingan, hingga teknologi,” tegasnya.
Adapun akselerasi dalam permodalan, Adhy memastikan kalau Pemprov Jatim memberikan subsidi hingga 6 persen bagi UMKM yang mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Jatim. Sehingga nantinya, kreditur hanya dikenakan bunga 3 persen saja dalam pinjamannya.
"Jadi hanya terkena bunga 3 persen. Sisanya 6 persen ditanggung pemprov, ini bagi UMKM yang mengambil KUR di Bank Jatim," terang Adhy.
Selain permodalan, transformasi digital adalah kunci untuk mengangkat UMKM naik kelas menuju skala yang lebih tinggi.
"Transformasi digital bukan pilihan, tapi keharusan. UMKM harus siap bersaing secara nasional dan global. Jawa Timur memiliki sumber daya, jaringan, dan infrastruktur untuk mendukung lompatan ini,” tegasnya.
Digitalisasi ini, kata Adhy, sesuai dengan tema K-UKM Expo 2025, “Gebyar Bangga Beli Produk Indonesia dan Transformasi Digital UMKM,”. Expo kali ini dinilainya sebagai panggung pembuktian bahwa pelaku usaha kecil mampu tampil modern, kreatif, dan kompetitif.
"Kalau kita bangga pada produk sendiri, maka UMKM bisa jadi lokomotif Jatim,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci dalam peningkatan kelas UMKM. Pihaknya turut melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan edukasi dan akses teknologi kepada para pelaku usaha.
"Digitalisasi memudahkan transaksi, memperluas pasar, dan mendorong efisiensi, pungkasnya.