Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perjalanan Kuncoro, Sang Legenda Arema sejak 1991

Pelatihan Caretaker Arema FC, Kuncoro saat konferensi pers. (Dok. Media Officer Arema FC)
Pelatihan Caretaker Arema FC, Kuncoro saat konferensi pers. (Dok. Media Officer Arema FC)
Intinya sih...
  • Kuncoro berkarir sebagai pemain sepak bola di Indonesia sejak 1991, bermain untuk beberapa tim besar seperti Arema, Persija Jakarta, dan PSM Makassar.
  • Setelah pensiun sebagai pemain, Kuncoro melanjutkan karir kepelatihan di Arema Malang sejak 2012 dan sering ditunjuk sebagai pelatih interim.
  • Manajemen Arema FC sangat terpukul dengan kepergian Kuncoro, menyatakan rasa duka yang mendalam atas kepergian legenda sepak bola Indonesia tersebut.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Arema FC tengah berduka usai kabar meninggalnya asisten pelatih, Kuncoro, pada Minggu (18/1/2026) saat charity game 100 Tahun Stadion Gajayana, Kota Malang. Ini jadi kabar mengejutkan karena sebelumnya Kuncoro masih baik-baik saja, bahkan sempat bermain di babak pertama charity game sore tadi.

1. Sebagai pemain, Kuncoro telah malang melintang di sepak bola Indonesia

images (3).jpeg
Potret Kuncoro saat masih menjadi pemain sepak bola. (IDN Times/Istimewa)

Kuncoro memulai karir sepak bolanya bersama Arema sejak 1991, di sini ia mendapat banyak peran mulai dari bek kanan, stoper, hingga gelandang bertahan. Pria kelahiran Malang 7 Maret 1973 ini menghabiskan 5 tahunnya bersama Arema di Kompetisi Galatama, hingga akhirnya ia pindah ke Mitra Surabaya selama setahun

Ia kemudian merumput bersama tim-tim besar Indonesia seperti Persija Jakarta pada 1998 dan PSM Makassar pada 1999. Hingga akhirnya kembali ke Arema Malang pada 2001 hingga 2002. Selanjutnya ia kembali merantau ke sejumlah tim di Indonesia seperti Persik Kediri, Persijap Jepara, Gelora Putra Delta, Perseden Denpasar, Persegi Gianyar, Persipro Probolinggo, PSIR Rembang, sampai PSMP Mojokerto. Kemudian ia memutuskan gantung sepatu pada 2010 bersama Persebaya Surabaya di Divisi Utama.

Kuncoro bukan pemain sembarangan, ia pernah mencicipi panggilan skuad Tim Nasional (Timnas) Indonesia pada 1994 sampai 1998. Ini membuktikan bahwa Kuncoro merupakan salah satu legenda Sepak Bola Indonesia.

2. Kuncoro menghabiskan karir kepelatihan di Arema

Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro. (Dok. Media Officer Arema FC)
Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro. (Dok. Media Officer Arema FC)

Selepas mentas dari karir atlet sepak bola, Kuncoro melanjutkan karir kepelatihan sebagai asisten pelatih di Arema Malang pada 2012. Kesetiaan pria asal Gondanglegi, Kabupaten Malang ini tidak perlu diragukan lagi karena karir kepelatihannya dihabiskan di tim berjuluk Singo Edan ini.

Meskipun tidak pernah jadi pelatih kepala, nyatanya Kuncoro kerap kali ditunjuk sebagai pelatih interim atau caretaker setiap kali Manajemen Arema FC memecat pelatih di tengah-tengah kompetisi. Contohnya pada 2022 ia dipercaya sebagai pelatih caretaker usai Eduardo Almeida dipecat di tengah kompetisi.

Kemudian pada Agustus 2023 ia juga kembali diangkat jadi pelatih caretaker usai Arema FC melepas jabatan pelatih kepala yang dipegang Joko Susilo. Tak berhenti sampai di situ, pada 2024 ia juga sempat menjabat sebagai pelatih caretaker kembali usai I Putu Gede dipecat Arema FC.

3. Manajemen Arema FC sangat terpukul dengan kepergian Kuncoro

Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Kuncoro. Menurutnya kepergian Kuncoro terasa sangat cepat dan tiba-tiba. Ia juga mengenang bagaimana Stadion Gajayana adalah saksi bisu perjalanan hidup Kuncoro.

"Kami semua sangat shock dan terpukul. Cak Kun (sapaan akrab Kuncoro) memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat dia merajut mimpi masa mudanya. Dan hari ini, Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini. Beliau pulang saat sedang bahagia berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya di lapangan," paparnya.

Ia juga menegaskan kalau dedikasi Kuncoro untuk Arema tidak akan pernah tergantikan. Menurutnya kepergian Kuncoro bukan hanya kehilangan bagi Arema, tapi bagi sepak bola Indonesia.

"Cak Kun adalah sosok yang humoris, tegas, dan setia kawan akan selalu dikenang. Mari kita doakan bersama, semoga Almarhum Kuncoro Husnul Khotimah, dilapangkan kuburnya, dan diterangkan jalannya menuju Surga-Mu, Ya Allah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Selamat jalan, Cak Kun. Namamu abadi di hati Singo Edan," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest Sport Jawa Timur

See More

Perjalanan Kuncoro, Sang Legenda Arema sejak 1991

18 Jan 2026, 20:09 WIBSport