Hattrick Dalberto Tak Mampu Selamatkan Arema dari Kekalahan

- Arema FC kalah 3-4 dari Bali United di Stadion Kanjuruhan meski Dalberto mencetak hattrick, sementara tim tamu unggul lewat gol Teppei Yachida, Diego Campos, dan bunuh diri Betinho.
- Pelatih Marcos Santos menyoroti lemahnya koordinasi lini belakang dan performa buruk di babak pertama sebagai penyebab utama kekalahan kandang perdana Arema FC musim ini.
- Laga ini juga menjadi debut kurang beruntung bagi kiper baru Gianluca Pandeynuwu yang kebobolan empat gol, namun pelatih menegaskan tanggung jawab kekalahan ditanggung seluruh tim.
Malang, IDN Times - Arema FC harus menerima kekalahan perdana di kandang pada putaran kedua Super League 2025/2026. Mereka takluk dari tamunya, Bali United, dengan skor 3-4. Hattrick Dalberto Luan Bello tak mampu menyelamatkan Singo Edan dari 4 gol Laskar Tridatu yang dicetak Teppei Yachida di menit 22 dan 26, Diego Campos di menit 27, dan gol bunuh diri Betinho di penghujung babak kedua.
1. Arema FC kalah karena 2 gol Bali United di babak pertama

Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengungkapkan jika timnya mengalami kekalahan karena performa buruk di babak pertama, hingga akhirnya Bali United bisa menyarangkan 2 gol ke gawang Gianluca. Arema FC sempat mencoba mengejar ketertinggalan di babak kedua lewat 3 gol dari Dalberto, tapi Bali United mampu menjauh karena kurangnya koordinasi di lini belakang Singo Edan
"Saya sedih sengan kekalahan ini, karena banyak Aremania yang datang. Tapi kedepannya kita akan lebih siap dan lebih berjuang agar lebih banyak Aremania yang datang ke stadion. Bali babak pertama bisa mendominasi karena 2 shooting bisa membuat 2 gol, itu yang membuat permainan di babak pertama kita kurang," terangnya usai pertandingan pada Jumat (6/3/2026) di Stadion Kanjuruhan.
Marcos juga sempat terlihat emosi di pinggir lapangan karena koordinasi di lini pertahanan Arema FC kerap kehilangan konsentrasi. Menurutnya, seharusnya para pemain terus fokus sepanjang 90 menit pertandingan.
2. Arema FC punya masalah di babak pertama selama 3 pertandingan terakhir

Arema FC hanya mampu meraih 1 poin saja di 3 pertandingan terakhir mereka, Marcos mengungkapkan jika masalah timnya sama pada 3 pertandingan ini, yaitu kurangnya koordinasi di babak pertama. Masalah inilah yang akan dievaluasi oleh tim pelatih Arema FC sebelum terbang ke Lampung untuk menghadapi Bhayangkara FC.
"Kita harus siap karena di 3 pertandingan terakhir selalu di babak pertama kurang. Jadi agar pertandingan selanjutnya siap, saya akan jaga mental pemain selaku siap berjuang di babak pertama," tegasnya.
3. Debut Gianluca sebagai kiper Arema FC berakhir tragis

Laga ini sebenarnya jadi debut kiper baru Arema FC, Gianluca Pandeynuwu, yang barudipinjam dari Persis Solo pada paruh musim ini. Tapi debut pemain 28 tahun asal Tomohon ini justru berakhir tragis karena 4 gol bersarang di gawangnya, sehingga Singo Edan harus tunduk di depan 4.125 suporternya yang hadir langsung di Stadion Kanjuruhan. Tapi Marcos tidak ingin sepenuhnya menyalahkan Gian, menurutnya kekalahan ini adalah beban seluruh tim.
"Gian selalu siap untuk bermain dan ini pertandingan pertama dia. Tapi langsung kebobolan 2 gol di babak pertama, itu selalu sulit untuk pemain belakang karena pemaim depan lawan pasti cari gol. Tapi tim harus siap selanjutnya di babak pertama harus bermain lebih bagus. Arema semua harus bisa lebih kuat," pungkasnya.


















