Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dibantai Persija, Persebaya Evaluasi Penalti hingga Finishing

Dibantai Persija, Persebaya Evaluasi Penalti hingga Finishing
Pemain Persebaya, Malik Risaldi dalam aksi melawan Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Instagram @officialpersebaya.
Intinya Sih
  • Persebaya Surabaya kalah 0-3 dari Persija Jakarta dan langsung melakukan evaluasi menyeluruh atas performa tim di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
  • Pelatih Bernardo Tavares menyoroti kesalahan mendasar seperti pelanggaran yang berujung penalti, lemahnya koordinasi pertahanan, serta buruknya penyelesaian akhir sebagai faktor utama kekalahan.
  • Tavares meminta pemain segera bangkit dengan memperbaiki mental, fokus, dan efektivitas latihan agar bisa tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya langsung melakukan evaluasi menyeluruh usai dibekuk Persija Jakarta dengan skor telak 0-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (11/4/2026) malam.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai kekalahan ini dipicu kesalahan mendasar, mulai dari pelanggaran tidak perlu hingga lemahnya organisasi pertahanan dan buruknya penyelesaian akhir.

"Hasil ini jelas bukan yang kami inginkan. Kami harus rendah hati dan mengakui Persija pantas menang,” ujarnya.

Tavares menyoroti gol pertama Persija yang lahir dari penalti pada awal laga sebagai titik krusial. Ia menyebut pelanggaran tersebut seharusnya bisa dihindari, apalagi sudah diantisipasi dalam sesi latihan.

"Sekitar menit ke-15 terjadi penalti akibat pendekatan yang tidak baik. Ini sangat membuat frustrasi karena sudah kami bahas sebelumnya,” tegasnya.

Gol dari titik putih itu membuat Persebaya kehilangan kendali permainan, terlebih Persija tampil agresif dengan dukungan penuh suporter tuan rumah.

Selain penalti, kelemahan utama Bajul Ijo terlihat dari koordinasi lini belakang yang kerap memberi ruang bagi lawan. Tavares menilai timnya gagal menutup area penting, baik di tengah maupun sisi lapangan.

"Kami terlalu banyak memberi ruang. Dalam transisi bertahan, winger tidak menutup ke dalam dan gelandang tidak membantu dengan baik,” jelasnya.

Kondisi itu dimanfaatkan Persija untuk mencetak gol tambahan, memperlebar keunggulan hingga 3-0.

Meski kalah telak, Persebaya sebenarnya memiliki sejumlah peluang. Bahkan beberapa di antaranya nyaris berbuah gol setelah membentur tiang dan mistarm Namun, Tavares menegaskan masalah utama ada pada penyelesaian akhir yang tidak efektif.

"Kami punya peluang, tapi tidak cukup akurat. Kalau tidak menembak tepat sasaran, kami tidak akan mencetak gol,” ungakapnya.

Tavares juga menyoroti aspek mental pemain yang dinilai menurun saat pertandingan tidak berjalan sesuai rencana. Hal ini berdampak pada konsentrasi dan keputusan di lapangan.

"Ketika situasi tidak baik, kontrol emosi dan fokus menurun. Ini tidak boleh terjadi jika kami ingin menjadi tim yang lebih baik,” katanya.

Ke depan, Tavares menuntut respons cepat dari timnya. Ia ingin para pemain segera bangkit, menganalisis kesalahan, dan memperbaiki performa di laga berikutnya.

"Saya ingin reaksi positif. Kami harus kembali berlatih dengan kepala tegak, memperbaiki kesalahan, dan tampil lebih baik,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest Sport Jawa Timur

See More