Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kaos “Bismillah 2027” Bikin Bonek Penasaran, Ada Apa di Persebaya?

Kaos “Bismillah 2027” Bikin Bonek Penasaran, Ada Apa di Persebaya?
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares mengenakan kaos Bismillah 2027. Tangkapan layar IG stories Persebaya.
Intinya Sih
  • Persebaya Surabaya menutup musim dengan kemenangan 5-0 atas Persik Kediri dan memunculkan kaos bertuliskan 'Bismillah 2027' yang membuat suporter penasaran akan maknanya.
  • Pelatih Bernardo Tavares memastikan evaluasi besar dilakukan untuk menentukan pemain yang bertahan atau dilepas, sambil menyesuaikan rekrutmen dengan kebutuhan tim dan kemampuan finansial klub.
  • Persebaya finis di posisi keempat dengan peningkatan poin dibanding musim lalu, namun tetap fokus menghadapi tantangan dua kompetisi musim depan tanpa memasang target berlebihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya mulai memanaskan mesin untuk menghadapi kompetisi musim depan usai menutup Super League dengan kemenangan telak 5-0 atas Persik Kediri. Sinyal persiapan itu terlihat dari munculnya kaos bertuliskan “Bismillah 2027” yang dikenakan hampir seluruh ofisial tim seusai pertandingan.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, enggan menjelaskan secara detail makna slogan tersebut dan meminta hal itu ditanyakan langsung kepada manajemen klub. “Kalau soal itu, silakan tanyakan langsung ke manajemen,” ujarnya usai laga.

Meski belum membuka detail perombakan skuad, Tavares memastikan evaluasi besar-besaran akan dilakukan untuk menyongsong musim baru. Ia menyebut tim pelatih masih menganalisis seluruh pertandingan sebelum menentukan pemain yang bertahan maupun dilepas.

“Strategi kami saat ini adalah mengandalkan pemain yang ada,” katanya sambil bercanda menyebut ingin mendatangkan Neymar, Lionel Messi, dan Cristiano Ronaldo.

Namun secara serius, pelatih asal Portugal itu menegaskan proses rekrutmen akan tetap disesuaikan dengan kebutuhan tim dan kemampuan finansial klub. “Saya belum bisa bicara siapa yang pergi atau datang. Kami harus menganalisis semuanya terlebih dahulu. Kami mencari yang terbaik untuk tim sesuai apa yang dimungkinkan manajemen,” tuturnya.

Evaluasi itu dilakukan setelah Persebaya menutup musim di posisi keempat klasemen dengan koleksi 58 poin, meningkat dibanding musim sebelumnya yang hanya mengemas 56 poin. Menurut Tavares, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa performa Bajul Ijo mengalami perkembangan.

“Ini sangat bagus. Kami mendapatkan poin lebih banyak dibanding musim lalu, jadi Persebaya menjalani musim yang lebih baik sekarang,” katanya.

Salah satu sektor yang mendapat sorotan adalah lini belakang Persebaya yang tampil solid dalam enam pertandingan terakhir tanpa kebobolan. Meski demikian, Tavares belum memastikan apakah komposisi tersebut akan dipertahankan musim depan. Ia menegaskan semua aspek, termasuk komposisi pemain asing, masih dalam tahap evaluasi.

Musim depan, Persebaya dipastikan menghadapi tantangan lebih berat karena harus tampil di dua ajang sekaligus, yakni kompetisi liga dan Piala Indonesia. Namun Tavares memilih meredam ekspektasi tinggi meski klub akan memasuki usia 100 tahun pada 2027.

“Target kami selalu memenangkan pertandingan berikutnya. Persebaya sudah lama tidak juara sejak 2004, jadi kami harus tetap rendah hati,” tegasnya. Tavares juga berharap atmosfer dukungan suporter seperti saat kemenangan atas Persik bisa terus terjaga karena dinilai memberi energi besar bagi tim untuk menghadapi musim depan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest Sport Jawa Timur

See More