Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alasan Diego Landis Terima Pinangan Arema Ketimbang Stay di Malaysia

Alasan Diego Landis Terima Pinangan Arema Ketimbang Stay di Malaysia
Bek Arema FC, Diego Landis. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Intinya Sih
  • Diego Luiz Landis resmi bergabung dengan Arema FC setelah kontraknya di Terengganu FC berakhir, dipengaruhi oleh rekomendasi dan pengalaman positif rekannya, Gabriel Silva.
  • Meski berposisi utama sebagai bek tengah, Diego pernah dimainkan sebagai striker di klub Thailand karena keunggulan tinggi badannya yang mencapai 193 cm untuk membantu mencetak gol.
  • Asisten Pelatih Arema FC menyebut pengalaman Diego bermain di Asia Tenggara menjadi alasan utama perekrutannya, karena dianggap memudahkan adaptasi dan memperkuat lini pertahanan tim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Malang, IDN Times - Arema FC mengamankan tanda tangan stopper asal Brasil berusia 28 tahun, Diego Luiz Landis. Sebelumnya ia memperkuat tim Liga Super Malaysia, Terengganu FC. Tapi kini ia memiliki berlabuh ke Indonesia ketimbang melanjutkan karir di Negeri Jiran.

1. Gabriel Silva jadi faktor bergabungnya Diego Landis

Seorang pemain Arema FC mengenakan jersey biru sedang berada di area luar ruangan dengan latar pepohonan dan beberapa orang di belakangnya.
Bek Arema FC, Diego Landis. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Diego menceritakan jika proses negosiasi dengan Manajemen Arema FC berjalan cukup sederhana, pasalnya kontraknya dengan Terengganu FC sudah habis. Sehingga proses negosiasi hanya perlu berjalan antara Manajemen Singo Edan dengan agen sang pemain. Ia juga tidak berpikir berlebihan ketika mendapat tawaran bermain di Arema FC, karena ia tahu jika mantan rekan satu timnya, Gabriel Silva, juga masih memperkuat Singo Edan.

Setelah Gabriel pindah ke Arema FC, Diego mengakui jika ia akhirnya mulai tertarik menonton pertandingan Super League. Terutama ia menyukai atmosfer liga yang kompetitif dan animo penonton yang luar biasa. Apalagi ia tahu jika Gabriel bergabung dengan salah satu tim bersejarah di Indonesia, membuat ia semakin tertarik merumput di Indonesia.

"Sebelum datang ke sini, saya memang berbicara dengan Gabi (Gabriel Silva). Dia menceritakan tentang klub ini kepada saya dan hanya mengatakan hal-hal yang baik serta positif. Jadi, saya sangat senang mendengarnya. Setelah berbicara dengannya dan juga dengan jajaran tim pelatih saya, istri saya, dan semuanya memutuskan untuk datang," terangnya pada Senin (13/7/2026).

2. Berposisi sebagai bek, Diego ternyata juga pernah bermain sebagai striker di Thailand

Seorang pria mengenakan sweatshirt biru bertuliskan Arema berdiri di depan latar trofi emas dengan jari di depan bibirnya.
Diego Luiz Landis saat diperkenalkan sebagai pemain baru Arema FC. (Dok. Media Officer Arema FC)

Meskipun posisi aslinya merupakan bek tengah, Diego ternyata pernah dipasang sebagai striker saat memperkuat tim-tim Thailand seperti Chiangrai United dan Khon Kaen United pada 2022 hingga 2025. Ia mengakui memang pernah dijadikan striker setiap tim membutuhkan gol di menit akhir. Tinggi badannya yang mencapai 193 centimeter seringkali dimanfaatkan untuk mencetak gol lewat udara.

"Itu terjadi di menit-menit akhir pertandingan ketika tim sedang membutuhkan gol, sekitar 10 atau 15 menit terakhir. Jadi, saya akhirnya maju ke depan untuk bermain sebagai penyerang tengah. Namun, itu bukan posisi asli saya. Itu hanya beberapa menit saja," bebernya.

Meskipun bukan posisi aslinya, Diego mengaku siap ditempatkan di posisi manapun oleh Pelatih Arema FC. Menurutnya misi utamanya adalah membantu Singo Edan memenangkan setiap pertandingan.

3. Alasan Diego Landis direkrut Arema FC karena sudah malang melintang di Asia

Seorang pria mengenakan sweater biru bertuliskan Arema FC berpose di depan logo klub dan deretan trofi di ruangan piala.
Diego Luiz Landis saat diperkenalkan sebagai pemain baru Arema FC. (Dok. Media Officer Arema FC)

Sementara itu, Asisten Pelatih Arema FC, Andre Caldas mengungkapkan jika alasan Singo Edan merekrut Diego karena ia sudah bermain di Asia Tenggara sejak 2022. Sehingga Diego tidak memerlukan adaptasi yang lama untuk mengenal sepakbola Indonesia.

"Diego adalah bek asal Brasil yang sudah bermain di Malaysia. Jadi, fakta bahwa dia sudah bermain di Asia merupakan hal yang bagus untuk adaptasi dan segalanya, begitu juga dengan statistik performanya. Kami sangat menyukai gaya bermainnya, jadi dia akan menjadi aset yang bagus bagi kami tahun ini," pungkasnya

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest Sport Jawa Timur

See More