Tanpa Riyadh, Asprov PSSI Jatim Siap Punya Ketua Baru

- Ahmad Riyadh dipastikan tidak ikut dalam bursa calon Ketua Asprov PSSI Jatim periode 2026–2030 setelah dua periode memimpin.
- PSSI menegaskan keputusan Riyadh untuk tidak maju merupakan pilihan pribadi, bukan karena aturan yang membatasi masa jabatan.
- Kursi Ketua Asprov PSSI Jatim akan diisi figur baru, sementara kepemimpinan sementara dijalankan oleh Plt Kairul Anwar hingga kongres definitif digelar.
Surabaya, IDN Times - PSSI memastikan tidak akan ada nama Ahmad Riyadh dalam bursa calon Ketua Asprov PSSI Jawa Timur (Jatim) periode berikutnya. Sosok yang telah memimpin selama dua periode itu dipastikan tidak maju dalam kontestasi.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena aturan, melainkan pilihan pribadi Riyadh yang tidak mendaftarkan diri saat tahapan pencalonan dibuka.
“Secara aturan boleh maju sampai tiga periode. Tapi Pak Riyadh tidak mendaftar,” ujarnya di Surabaya, Minggu (19/4/2026).
Yunus mengaku telah mengonfirmasi langsung kepada Riyadh terkait sikap tersebut. Dari hasil komunikasi itu, dipastikan Riyadh tidak memiliki keinginan untuk kembali memimpin Asprov PSSI Jatim.
Dengan absennya Riyadh, kursi Ketua Asprov PSSI Jatim periode 2026–2030 dipastikan akan diisi figur baru. PSSI sendiri tengah menyiapkan percepatan kongres Asprov sebagai bagian dari penataan kepengurusan di tingkat provinsi.
Saat ini, kepemimpinan Asprov PSSI Jatim masih dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt), yakni Kairul Anwar, sambil menunggu pelaksanaan kongres definitif.
PSSI menegaskan bahwa proses pencalonan tetap terbuka sesuai mekanisme yang berlaku, dengan verifikasi dilakukan oleh Plt sebelum ditetapkan dalam kongres.

















