Pemain-pemain Asing Arema Berguguran, Waktunya Pemain Lokal Tampil

- Pemain asing Arema FC banyak absen karena cedera dan akumulasi kartu, membuka peluang bagi pemain lokal untuk tampil lebih sering di lapangan.
- Anwar Rifa’i jadi contoh pemain lokal yang mendapat kepercayaan tampil penuh setelah menunjukkan etos kerja tinggi dan menilai kualitas pemain lokal Arema tidak kalah dari pemain asing.
- Pelatih Marcos Santos menegaskan tidak ada perlakuan istimewa antara pemain asing dan lokal, ia hanya menurunkan pemain yang paling siap bertanding demi kekompakan tim.
Malang, IDN Times - Arema FC belakangan dikenal sebagai tim dengan strategi perekrutan pemain asing yang agresif. Bahkan, dalam 1 laga, lebih banyak pemain asal Brasil yang tampil dibandingkan pemain lokal, sehingga sering diledek tim ''Liga Brasil''. Namun, belakangan pemain-pemain asing ini mulai berguguran akibat akumulasi kartu hingga cedera parah, sehingga jadi peluang pemain lokal untuk unjuk gigi.
1. Anwar Rifa'i kini jadi pilihan pelatihan sejak Walisson Maia akhiri musim lebih cepat

Salah satu pemain lokal yang akhirnya mendapatkan kesempatan tampil adalah Anwar Rifa'i, ia bisa tampil penuh saat menjamu Malut United di Stadion Kanjuruhan karena Walisson Maia terpaksa mengakhiri kompetisi lebih awal akibat cedera patah tulang fibula. Menurutnya Anwar, ia dipilih tidak semata-mata karena Singo Edan kekurangan bet tengah murni, tapi ia telah menunjukkan etos kerja di saat sesi latihan.
"Pertama mungkin saya menunjukkan pada saat latihan, saya kasih yang terbaik, kasih kepercayaan buat coach. Kemudian yang kedua, komposisi pemain lokal Arema tidak ada yang jelek," terangnya pada Selasa (7/4/2026).
2. Anwar Rifa'i menilai pemain-pemain lokal Arema FC tidak ada yang jelek

Anwar juga menilai jika pemain-pemain lokal Arema FC tidak ada yang memiliki skill yang jelek. Sehingga ia merasa tidak ada perbedaan kekuatan yang timpang antara pemain inti dan pemain pelapis. Ini bisa dibuktikan saat menghadapi Malut United Jumat lalu, Singo Edan praktis hanya memainkan 3 pemain asing sebagai starter, tapi mampu mengimbangi Malut United yang diisi pemain-pemain asing berkualitas seperti David Da Silva, Ciro Alves, hingga Tyronne del Pino.
"Pemain (lokal) semua bagus dan mereka juga selalu menunjukkan yang terbaik di saat latihan sampai coach juga kasih kepercayaan buat mereka, dan mereka menunjukkan kalau mereka juga bisa buat jadi starting. Contohnya saat lawan Malut, kita bermain dengan banyak pemain lokal dan kita bisa mengimbangi Malut United dengan pemain asing yang lengkap," tegasnya.
3. Meskipun kerap mainkan 7 pemain asing, Marcos Santos tegaskan tak istimewakan siapapun

Sementara itu, Pelatih Arema FC, Marcos Santos menegaskan jika ia tidak mengistimewakan pemain asing maupun pemain lokal. Ia menjelaskan jika hanya memainkan pemain-pemain yang siap tampil, tapi kebetulan pemain-pemain asing Singo Edan adalah yang paling siap bertanding secara reguler.
"Contoh dari Rifa'i, kita kihat kemarin dia bisa main, karena sepak bola itu permainan tim. Kemudian Lucas (Frigeri) sama Adi Satryo juga kiper bagus, tapi sekarang Adi banyak yang tampil. Jadi dari situ siapa pun siap bisa main baik pemain lokal atau pemain asing, semua sama," pungkasnya.

















