Persik Kediri Kalah Telak, Pelatih Marcos Ungkap Penyebabnya

- Persik Kediri kalah 3-0 dari Persib Bandung di Stadion GBLA, membuat posisi mereka tertahan di peringkat ke-12 dan terancam zona degradasi.
- Pelatih Marcos Reina Torres tetap mengapresiasi semangat pemainnya yang berani tampil meski gagal memanfaatkan sejumlah peluang menjadi gol.
- Marcos menilai dua penalti untuk Persib serta keputusan wasit yang kontroversial menjadi faktor utama kekalahan timnya dalam laga tersebut.
Kediri, IDN Times - Persik Kediri gagal meraih poin saat bertandang ke markas Persib Bandung. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (9/3/2026) malam, mereka kalah telak 3-0 dari tuan rumah. Kekalahan ini menyebabkan Persik Kediri tertahan di peringkat ke 12 dalam papan klasemen sementara. Posisi mereka juga terancam oleh tim yang berada di zona degradasi.
1. Marcos apresiasi semangat yang ditunjukkan pemain

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres mengapresiasi semangat pemainnya dalam laga tersebut. Marcos menilai para pemainnya menunjukkan keberanian meski bermain di hadapan banyak suporter lawan. Sejumlah peluang mampu diciptakan oleh para pemain. Namun mereka gagal memanfaatkan peluang tersebut menjadi gol. “Kita menunjukkan permainan sepak bola yang bagus. Kita sangat dekat dengan mencetak gol dalam banyak situasi," ujarnya usai pertandingan.
2. Hadiah dua penalti yang diberikan wasit menghancurkan Persik Kediri

Marcos menyebut dua penalti yang didapakan tim tuan rumah membuat jalannya pertadingan berbeda. Pelatih asal Spanyol ini mengakui pemainnya melakukan kesalahan hingga akhirnya Persib mendapatkan dua kali penalti yang mampu dieksekusi dengan baik oleh Thom Haye pada menit ke-24 dan Andrew Jung menit ke-40. Gol ketiga Persib Bandung membuat permainan semakin sulit. “Kami melakukan kesalahan dalam dua penalti, dan itulah yang menghancurkan kami,” tuturnya.
3. Juga soroti kepemimpinan wasit dalam laga tersebut

Kepemimpinan wasit dalam laga tersebut juga tak lepas dari sorotan Marcos. Pihaknya mempersoalkan kepemimpinan wasit yang membiarkan Persib melanjutan pertandingan sebelum peluit berbunyi. Menurutnya wasit harus meniup peluit tanda pertandingan dimulai setelah mengeluarkan kartu kuning. “Saya ingin tahu mengapa wasit tidak mengetahui aturannya, karena ketika wasit menunjukkan kartu kuning, wajib baginya untuk meniup peluit tanda dimulainya kembali pertandingan, dan Persib langsung memulai kembali tanpa wasit meniup peluit, jadi ini tidak diperbolehkan,” pungkasnya.


















