Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Museum Tragedi Kanjuruhan akan Dikelola Dispora dan Keluarga Korban

Museum Tragedi Kanjuruhan akan Dikelola Dispora dan Keluarga Korban
Gate 13 Stadion Kanjuruhan yang akan jadi Museum Tragedi Kanjuruhan. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Intinya Sih
  • Pengelolaan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13 disepakati dilakukan bersama oleh Dispora Kabupaten Malang dan Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK) mewakili keluarga korban.
  • YKTK akan mengumpulkan foto serta barang-barang peninggalan korban secara kolektif untuk dipajang di museum sebagai pengingat dan pembelajaran bagi seluruh suporter Indonesia.
  • Pihak kepolisian mendukung penuh pendirian museum ini, dengan Dispora menanggung perawatan serta pemanfaatannya difokuskan bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Malang, IDN Times - Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan bersama Kapolresta Malang Kota Kombespol Putu Kholis Aryana, Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi, dan Bupati Malang Muhammad Sanusi berkumpul di Gate 13 Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (28/2/2026). Di sana mereka membahas pengelolaan Museum Tragedi Kanjuruhan yang akan berada di Gate 13 ini.

1. Museum Tragedi Kanjuruhan akan dikelola Dispora Kabupaten Malang dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan

Idntimes.com
Gate 13 Stadion Kanjuruhan yang akan jadi Museum Tragedi Kanjuruhan. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Ketua Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK), Devi Athok menyampaikan jika pertemuan ini adalah tindak lanjut dari musyawarah pada 28 Mei 2024 di Polres Malang dan pengajuan proposal pengelolaan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13. Ia mengatakan sebelumnya telah bertemu dengan Putu Kholis, sehingga ia bisa dipertemukan dengan Bupati Malang untuk membahas pengelolaan rencana museum ini.

"Sehingga kita untuk kemaslahatan keluarga korban, kita sudah merawat Gate 13 biar suasananya tidak seram. Sehingga nanti kita pasang foto-foto alamarhum. Alhamdulillah disepakati untuk pengelolaan ditunjuk YKTK bersama Dispora Kabupaten Malang," terangnya.

Tidak hanya mendapatkan hak pengelolaan Museum Tragedi Kanjuruhan, YKTK juga mendapat 1 unit tempat usaha di foodcourt Stadion Kanjuruhan. Yang mana biaya sewanya akan ditanggung Bupati Malang dan Kapolresta Malang Kota. "Masalah penataan dan permodalan nanti akan dibantu Bank Jatim untuk YKTK," bebernya.

2. YKTK akan mengumpulkan barang-barang korban Tragedi Kanjuruhan secara kolektif

Idntimes.com
Ketua YKTK, Devi Athok. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Devi Athok juga mengungkapkan jika Museum Tragedi Kanjuruhan nantinya akan diisi dengan foto-foto para korban tragedi sepak bola paling mematikan di Asia ini. Kemudian pihaknya akan mengumpulkan barang-barang milik para korban yang tersisa untuk dipajang. Sehingga dengan ini Tragedi Kanjuruhan akan selalu jadi pelajaran bagi seluruh suporter di Indonesia.

"Rencananya kami juga akan meminta kepada suporter yang hadir saat itu di Stadion Kanjuruhan agar bersama-sama secara kolektif mengisi di Museum Gate 13. Jadi secara kolektif kita data bahwa ini adalah barang-barang saudara A atau saudara B agar jadi pengingat tidak lagi terjadi Tragedi Kanjuruhan," ujarnya.

3. Pihak kepolisian siap mendukung penuh Museum Tragedi Kanjuruhan

Idntimes.com
Kapolresta Malang Kota, Kombespol Putu Kholis Aryana. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombespol Putu Kholis Aryana mengatakan jika ide Museum Tragedi Kanjuruhan ini sudah ada sejak ia masih menjabat sebagai Kapolres Malang. Ia senang rencana ini masih dilanjutkan oleh Bupati Malang dan Kapolres Malang saat ini.

Ia menjelaskan jika perawatan Museum Tragedi Kanjuruhan ini akan ditanggung sepenuhnya oleh Dispora Kabupaten Malang, dan pemanfaatannya akan dialokasikan sepenuhnya pada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, ini adalah pemberdayaan komunitas yang sangat bagus untuk Museum Tragedi Kanjuruhan.

"Saya rasa ini sangat baik, karena keluarga korban Tragedi Kanjuruhan pasti juga ingin merawat museum dan monumen yang ada di Stadion Kanjuruhan. Nanti akan ada penambahan seperti backwall atau backdrop yang berisi foto dan nama-nama korban, kemudian etalase yang diisi barang-barang milik korban. Kemudian akan selalu dilaksanakan doa bersama setiap dino geblak (hari jatuhnya) pada setiap hari Sabtu Kliwon," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
IDN Times Hyperlocal
Faiz Nashrillah
IDN Times Hyperlocal
EditorIDN Times Hyperlocal
Follow Us

Latest Sport Jawa Timur

See More