Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya mengawali perjalanan di I.League Cup 2026/2027 dengan hasil pahit. Sempat membalikkan keadaan dari tertinggal 0-1 menjadi unggul 2-1, Bajul Ijo justru kehilangan momentum dan akhirnya dipermalukan tuan rumah Kendal Tornado FC yang merupakan kontestan Liga 2, dengan skor 2-3.
Kekalahan dramatis itu terjadi dalam pertandingan Grup G di Stadion Sriwedari, Selasa (3/11/2026). Hasil ini menjadi tamparan bagi Persebaya yang gagal mempertahankan keunggulan meski sempat berada di atas angin.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan yang berhasil dimanfaatkan Kendal Tornado. Ia secara khusus menyoroti lemahnya transisi bertahan dan buruknya pengambilan keputusan pemain ketika kehilangan bola.
Tavares bilang, Persebaya sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang, terutama pada babak kedua. Namun, peluang tersebut gagal dimaksimalkan menjadi gol tambahan.
"Saya ingat di babak kedua, dua peluang pertama didapat oleh Sananta dan Toni yang seharusnya bisa menjadi gol, tetapi kami tidak mencetak gol. Dalam sepak bola, yang menang adalah yang mencetak gol," kata Tavares.
Pelatih asal Portugal itu menyebut Persebaya sempat menunjukkan respons positif setelah kebobolan lebih dulu. Timnya bahkan berhasil berbalik unggul 2-1. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan.
Persebaya kemudian melakukan pelanggaran yang berujung gol penyama kedudukan. Kesalahan operan saat melakukan transisi dari situasi menyerang ke bertahan juga menjadi awal terciptanya gol ketiga Kendal Tornado.
Tavares menilai kesalahan-kesalahan tersebut seharusnya bisa dihindari apabila para pemain lebih disiplin menjaga keseimbangan permainan. "Saya ingat bagaimana mereka mencetak gol dari umpan silang ke tiang jauh, fokus pemain kami hanya tertuju pada bola, padahal kami perlu melakukan pemindaian (scan) bertahan untuk mengamati pergerakan lawan," katanya.
Ia juga menyoroti kondisi kebugaran pemain di tengah jadwal pertandingan yang cukup rapat. Persebaya tercatat bermain pada 18, 22, 26, dan 30 Oktober, sebelum kembali bertanding pada 3 November. Mereka dijadwalkan melakoni laga berikutnya pada 7 November.
Padatnya jadwal membuat Tavares melakukan rotasi dengan memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain yang minim menit bermain. Menurutnya, I.League Cup menjadi ajang penting untuk melihat kemampuan seluruh pemain dalam situasi pertandingan kompetitif. "Kompetisi ini bagus karena memungkinkan kami memberikan menit bermain untuk semua pemain. Hari ini kami memberikan kesempatan kepada beberapa pemain yang belum memiliki menit bermain," katanya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Tavares mengaku tetap menemukan sisi positif dari pertandingan tersebut. Ia senang dengan sikap dan usaha para pemain, terutama mereka yang selama ini belum banyak mendapatkan kesempatan bermain.
Ia juga menegaskan bahwa kesalahan pemain di lapangan tetap menjadi tanggung jawab pelatih. "Kesalahan-kesalahan yang dibuat pemain selalu menjadi tanggung jawab pelatih," tegasnya.
Kekecewaan juga dirasakan Ernando Ari. Penjaga gawang Persebaya itu mengakui tim datang ke markas Kendal Tornado dengan target meraih hasil lebih baik, bukan membawa pulang kekalahan.
Ernando menyebut kekalahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar kesalahan serupa tidak terulang dalam pertandingan berikutnya. "Pastinya kecewa karena kita datang bukan untuk menerima kekalahan ini. Apa yang disampaikan Coach tadi, kalau kita melakukan kesalahan pasti akan ada hukumannya," ujar Ernando.
Ia berharap seluruh pemain bisa mengambil pelajaran dari hasil tersebut dan memperbaiki performa secara bertahap. "Jadi, kita bisa jadikan ini di ajang ini pembelajaran buat nanti di kemudian hari. Kita akan tingkatkan setiap pertandingan untuk memperbaiki apa pun kesalahan untuk menjadi tim lebih kuat lagi," tambahnya.
Kini Persebaya harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Tavares meminta para pemain memulihkan kondisi fisik sekaligus mengevaluasi kesalahan melalui analisis video secara individual dan bersama tim.