Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Persebaya Dikejar Jadwal 'Neraka', Waspadai Jebakan Persijap di GBT

Kota Surabaya
3 min read
Persebaya Dikejar Jadwal 'Neraka', Waspadai Jebakan Persijap di GBT
Sesi latihan Persebaya di Lapangan ABC, kompleks Stadion GBT, Rabu (14/10/2026). Dok. Persebaya.
  • Persebaya menghadapi Persijap di GBT pada 30 Oktober 2026 dengan jadwal padat sejak 18 Oktober, sementara kondisi sejumlah pemain masih dalam pemulihan cedera.

  • Bernardo Tavares mengingatkan Persebaya agar tidak meremehkan Persijap, yang diperkirakan bermain bertahan rapat, memperlambat tempo, dan mengandalkan serangan balik.

  • Persebaya perlu memperbaiki antisipasi bola mati serta tembakan jarak jauh; Francisco Rivera mengaku siap tampil meski belum memastikan mampu bermain penuh 90 menit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya tak punya banyak waktu untuk bernapas. Jadwal padat, sejumlah pemain belum pulih sepenuhnya, dan ancaman permainan bertahan Persijap Jepara menjadi pekerjaan rumah Bernardo Tavares jelang duel di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (30/10/2026).

Bermain di hadapan Bonek dan Bonita, Persebaya tentu membidik tiga poin. Namun, Tavares mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena dengan posisi Persijap di papan bawah klasemen. Menurutnya, tim tamu punya potensi merepotkan jika Green Force kehilangan kesabaran.

“Bonek dan Bonita mungkin punya ekspektasi besar untuk hasil yang lebih baik karena kami bermain melawan tim yang berada di posisi bawah liga. Namun, mereka tim yang bagus. Kalau tidak, tim-tim lain tentu bisa mencetak selisih gol yang besar saat menghadapi mereka,” ujar Tavares dalam konferensi pers jelang pertandingan, Kamis (29/10/2026).

Pelatih asal Portugal itu menyoroti rapatnya jadwal pertandingan Persebaya. Sejak 18 Oktober, Green Force harus kembali bertanding setiap empat hari, termasuk laga melawan Persijap. Situasi tersebut membuat pemulihan fisik pemain menjadi prioritas utama.

Sebaliknya, Persijap memiliki waktu pemulihan dan persiapan lebih panjang karena bermain dua hari lebih awal. Perbedaan waktu istirahat itu menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan Tavares dalam menyusun strategi.

“Kami tidak punya terlalu banyak pilihan. Beberapa pemain cedera, sementara yang lain baru kembali dari cedera. Kami harus melihat kondisi mereka sebelum memutuskan siapa yang bisa bermain sejak awal atau hanya beberapa menit,” jelasnya.

Rotasi pun terbuka, tetapi tidak bisa dilakukan sembarangan. Tavares akan menilai kondisi pemain setelah menjalani latihan terakhir sebelum menentukan komposisi tim. Ia ingin menurunkan skuad terbaik tanpa mengambil risiko berlebihan terhadap pemain yang belum pulih sepenuhnya.

Ancaman lain datang dari potensi Persijap bermain dengan blok pertahanan rendah. Tavares memperkirakan lawan akan menutup ruang, memperlambat tempo, dan menunggu kesempatan menyerang balik. Jika Persebaya terburu-buru, permainan justru bisa berkembang sesuai keinginan tim tamu.

Tavares mencontohkan sejumlah tim yang kesulitan menghadapi Persijap. Ia mengingatkan bahwa beberapa kemenangan atas tim tersebut baru tercipta melalui proses panjang, termasuk gol-gol pada menit akhir. Karena itu, Persebaya diminta tetap rendah hati dan disiplin sepanjang pertandingan.

“Motivasi mereka akan tinggi setelah mendapatkan poin pertama. Kami harus siap menghadapi semua kesulitan yang bisa mereka berikan,” katanya.

Selain membongkar pertahanan lawan, Persebaya juga harus membenahi antisipasi bola mati dan tembakan dari luar kotak penalti. Tavares menyinggung tiga gol terakhir yang bersarang ke gawang timnya: dua berasal dari tendangan bebas, sedangkan satu lainnya berawal dari kehilangan bola di tengah dan memberi lawan kesempatan menembak.

Menurutnya, Persijap memiliki pemain yang mampu memanfaatkan bola kedua maupun melepaskan tembakan jarak jauh. Persebaya pun diminta menghindari pelanggaran yang tidak perlu di dekat kotak penalti serta lebih sigap menutup ruang tembak.

Di tengah situasi tersebut, Kapten Persebaya, Francisco Rivera membawa kabar positif soal kondisinya. Gelandang Persebaya itu mengaku merasa lebih baik setelah sempat menepi sekitar satu bulan akibat cedera tendon. Ia juga menyatakan siap memberikan kemampuan terbaik jika dipercaya tampil.

“Aku merasa lebih baik, lebih percaya diri, dan sudah siap untuk besok,” kata Rivera.

Meski demikian, Rivera belum menjanjikan sanggup bermain penuh selama 90 menit. Ia menegaskan durasi bermain bukan persoalan utama selama bisa membantu tim meraih kemenangan. “Aku bisa main 40 menit, 70 menit, aku memberikan 100 persen untuk Persebaya,” ungkapnya.

Rivera juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi melalui kerja keras dalam latihan dan analisis video bersama tim pelatih. Setelah meraih hasil positif dalam beberapa pertandingan terakhir, ia berharap Persebaya kembali mengamankan tiga poin di GBT.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More