Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Aremania Kecewa Performa Arema, Tuntut Kemenangan dari Garudayaksa

Kab. Malang
2 min read
Aremania Kecewa Performa Arema, Tuntut Kemenangan dari Garudayaksa
Aremania saat memberikan dukungan di Stadion. (Dok. Media Officer Arema FC)
  • Arema FC gagal menang dalam tiga laga setelah kemenangan besar pada partai pembuka Super League 2026/2027, memicu kekecewaan Aremania, terutama karena dua pertandingan berlangsung di Kanjuruhan.

  • Presidium Aremania Ali Rifki meminta Arema segera berbenah dan meraih hasil positif saat tandang melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, pada 17 Oktober 2026.

  • Penonton laga kandang Arema melawan Bhayangkara hanya 1.528 orang; Ali mengaitkannya dengan prestasi tim dan menyerahkan keputusan soal Marcos Santos kepada manajemen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malang, IDN Times - Usai tampil impresif dengan membantai Isen Mulang Kalteng FC di laga perdana Super League 2026/2027, performa Arema FC mendadak menurun dengan gagal menang di 3 laga. Apalagi 2 laga diantaranya bermain di Stadion Kanjuruhan, membuat Aremania kecewa dengan hasil yang diraih tim kesayangannya.

  1. 1. Aremania menuntut Arema FC menang di laga selanjutnya menghadapi Garudayaksa

    Ali Rifki, Presidium Aremania, dalam potret karya Rizal Adhi Pratama untuk IDN Times.
    Presidium Aremania, Ali Rifki. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

    Presidium Aremania, Ali Rifki mengakui jika hasil yang diraih oleh Arema FC belakangan ini membuat Aremania kecewa, apalagi mereka yang datang mendukung langsung di Stadion Kanjuruhan. Oleh karena itu, ia mengharapkan Singo Edan segera berbenah. Kemudian mendapat hasil positif saat bertandang ke Stadion Pakansari Bogor untuk bersua Garudayaksa FC pada Sabtu (17/10/2026) mendatang.

    "Semoga pelatih segera mendapatkan inspirasi yang luar biasa terhadap pola dan taktik yang akan dijalani selama 30 pertandingan berikutnya. Kita sebagai suporter yang tidak ikut menggaji, ini bisanya cuma berharap (memang)," terangnya pada Kamis (15/10/2026).

  2. 2. Jumlah penonton Arema FC semakin menurun seiring prestasi tim yang mengecewakan

    Suasana tribun Stadion Kanjuruhan tampak lengang dengan sedikit Aremania hadir, mencerminkan animo suporter yang terus menurun.
    Animo Aremania yang terus menurun di Stadion Kanjuruhan. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

    Laga antara Arema FC menghadapi Bhayangkara FC pada Sabtu (10/10/2026) mencatatkan rekor penonton paling sedikit sepanjang 3 laga kandang di Super League 2026/2027. Tercatat hanya 1.528 orang saja yang datang ke Stadion Kanjuruhan untuk mendukung Singo Edan. Ali melihat fenomena ini karena prestasi tim yang terus mengecewakan, membuat Aremania malas datang ke stadion.

    "Jangan sampai yang tadinya Marcos out, jadinya suporter out. Artinya suporter karena kecewa akhirnya malas nonton, itu yang tidak kita harapkan. Jadi, ayo bareng-bareng kita semangati tim kita, tim kebanggaan kita Arema FC untuk bisa selalu meraih 3 poin," jelasnya.

  3. 3. Respons Ali Rifki terkait seruan Marcos Out

    Potret Ali Rifki yang dikenal sebagai Presidium Aremania dalam dokumentasi yang diabadikan oleh IDN Times.
    Presidium Aremania, Ali Rifki. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

    Sejak hasil imbang yang diraih Arema FC saat menghadapi Bhayangkara FC, seruan agar Pelatih Arema FC, Marcos Santos, agar dipecat semakin lantang. Seruan ini gencar diserukan oleh Aremania lewat media sosial, menyebabkan dinamika antara tim dan suporter semakin rumit.

    "Kalau saya kan tadi sudah saya sampaikan, yang gaji pelatih ini bukan saya, saya hanya suporter. Untuk urusan (pelatih) out atau in atau apa ya itu urusan manajemen," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More